Keep Loving You
Main cast:
- Kim Ki Bum (SHINee)
- Stephanie Hwang (Girls’ Generation)
Description:
Cerita ini berkisahkan tentang dua orang pemuda asal Korea yang kemudian tinggal di Amerika dan bertemu satu sama lain dan jatuh cinta...
Apakah kelanjutan ceritanya?... yukkk... kita baca aja! FANFIC START!
Key’s Prov:
Hari ini, di Amerika tanggal 23 September.. tepatnya hari ini adalah hari ulang tahunku. Hari ini hari ulang tahunku yang ke-20...
Aku memutuskan untuk merayakannya bersama keluargaku yang ada di Korea, bukan bersamasemua teman-temanku yang berada di Amerika..
Saat di bandara aku hanya bisa menunggu keberangkatan pesawat di ruang tunggu. Saat pesawat sudah mendarat aku hanya langsung naik dan tidak melakukan apapun lagi.. aku sudah tidak sabar untuk bertemu keluargaku yang ada di Korea. Aku merindukan mereka semua!
Saat duduk di tempat dudukku di pesawat, ada seorang gadis yang sedang kebingungan mencari tempat duduk yang seharusnya dia duduki sekarang ini. Gadis itu berkata,
“Excuse me! Anybody!.. can you show me the seat number A-25?” dia terlihat kebingungan... semua orang menanggapi pertanyaannya.. taopi semua irang tidak ada yang menjawab karena mereka tidak tahu letakya dan yang pasti temoat duduk itu bukan tempat duduk di tempat mereka duduk.
Lalu aku menyusul merespon pertanyaan gadis itu...
“It’s here...” lalu dia menoleh ke arahku.. dan segera duduk di tempat duduk yang ada di hadapanku saat ini..
“thank You” ucapan terima kasih terlontar dari mulut gadis itu.
“Your welcome” aku harus menjawab, karena menjawab rasa terima kasih seseorang itu adalah tanda kesopanan.
-Pesawat segera Lepas landas-
Sekarang setelah pesawat lepas landas aku hanya ingin menjaga tatakrama dan mengajaknya sedikit berbincang.
Key: “Hi. What’s your name?”
Tiffany: “Hi. I’m Stephanie.. Stephani Hwang..”
Key: “ohh~... so you’re Korean?”
Tiffany: “yes.. it looks like that!.. i’m half korean and half american. And by the way, what’s your name?
Look from your face.. you’re Asianese, right?”:
Key: “i’m Korean.. 100% korean.. i’m Key.. Kim Ki Bum. I’m just study-aboard in America and i will
Go home after my study-aboard is over.. Stephanie...” aku memanggilnya dengan nama
Panjangnya.
Tiffany: “no, no,.. just Tiffany...”
Key: “ok.. Tiff”
Tiffany: “where’s your hometown?” tanyanya...
Key: “Me?.. i’m with my family lived in Busan for 6 years and then i moved to Seoul until now” jelasku
Tiffay : “wah~ kita sama!.. sudahlah.. tidak usah pakai bahasa inggris! Pakai bahasa yang dari asal kita
Saja” (*ini pura-puranya bahasa Korea ya!)
Key: “iya baik.. jadi kau juga tinggal di Seoul?” Tanyaku balik
Tiffany: “mm..” katanya menjawab singkat sampai mengangguk.
Pembicaraan kami berhenti sampai disitu. Kami memutuskan untuk tidur sebentar karena Korea diperkirakan masih 11 jam lagi...
Kami terbangun pada saat pesawat sudah mendarat di Seoul.. sekarang masih jam 4 pagi di Korea.. kami turun dari pesawat dan jalan ke arah ruang penjemput bersama.. kami akan pergi ke arah yang berbeda jadi sebelum kami berpisah kami saling mengucapkan salam selamat tinggal satu sama lain.
Key: “Annyeongghi Gaseyo! Selamat jalan!. Aku senang bisa berkenalan denganmu di Amerika,
kau lah
orang Korea yang ku kenal pertama kali. Semoga kita bisa bertemu lagi.”
Tiffany: “iya.. Annyeongghi Gaseyo~! Aku juga sangat senang berkenalan denganmu!.. karena di
Jarang sekali ada orang Korea.. selamat jalan semoga perjalanan pulangmu menyenangkan!”
Key: “Iya!.. terima kasih ya!”
Tiffany: “iya.. sama-sama!”
Tiffany’s Prov:
Aku senang sekali bisa berkenalan dengan orang seperti dia! Di Amerika jarang sekali ada orang Korea... dia juga manis dan perhatian...aku harapa ku sungguh-sungguh akan bertemu lagi dengannya suatu hari nanti...
-Beberapa Bulan Kemudian-
Key’s Prov:
Sudah 3 bulan aku berada di Seoul, Korea... rasanya sangat berbeda dengan Amerika.. rasanya agak sedikit asing di banding tempat tinggalku di Amerika. Di Amerika banyak orang yang berpakaian terbuka di jalanan tapi disini semua orang sangat sopan dan bertatakrama... bukannya aku ingin menjelek-jelekkan amerika.. tapi itulah kenyataannya.. aku senang kembali ke Korea!
“sudah berapa tahun ya aku di Amerika?.. rasanya sudah lama sekali!.. Seoul pun sekarang sudah banyak berubah!”
Sambil berjalan sambil menatap langit yang cerah di tengah kota Seoul, tiba-tiba saja ada seseorang yang tidak sengaja menabrakku atau aku yang tidak sengaja menabraknya!. Dengan reflek aku segera berkata.. “Jeosong Habnida!” sambil membungkukkan badanku 90 derajat...
Orang itu juga mengatakan hal yang sama denganku “Jeosong Habnida!”..
Karena orang itu sedang membawa suatu benda yang terjatuh, maka sebagai penabraknya bagaimana pun aku harus membantunya membereskannya kembali.
“maaf sekali!.. aku tidak melihatmu!” kataku sekali lagi
“aniya.. kwaenchana.. harusnya aku yang minta maaf karena terburu-buru jadi tidak melihatmu ada di depanku!”
Setelah membantu membereskan barangnya.. sepertinya aku mengenal sosok orang itu.. pandangan yang sama, orang itu juga sedang menebak-nebak siapa diriku ini.. lalu dia memanggil namaku terlebih dahulu..
“kau.. k...Key! Kim Ki Bum!.. wahh~ akhirnya kita bertemu lagi!”... katanya tersenyum bahagia.
“kau..” aku sambil mencoba mengingat-ngingat lagi siapa dirinya.
“aishhh~ baru 3 bulan, kau sudah lupa dengan siapa diriku?.. kau ini masih muda kan Key?.. aku Stephanie Hwang, Tiffany.. orang yang waktu itu satu pesawat denganmu!” katanya sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri mencoba mengingatkanku.
“oh iya!!!!!..aku hampir lupa! Maaf!...apa kabar kau? Baikkah?.. sekarang tinggal dimana kau?” kataku yang kembali ingat.
“hehehe aku baik!... aku tinggal di daerah dekat sini. Kau sendiri?.. kau tinggal sendiri apa bersama orang tuamu?”
“aku tinggal bersama orang tuaku di dekat sini juga!” jawabku... “kalau begitu, karena kita sudah bertemu disini, bagaimana kalau kita sekalian saja pergi bersama? Kau mau pergi kemana?”lanjutku.
“mmm... aku akan pergi ke studio photo di seberang jalan sana.” Kata Tiff sambil menunjuk arah letak dimana toko itu berada.
“benarkah?.. aku juga ingin pergi kesana untuk bekerja sebagai photo grafer.. karena gajinya yang lumayan.. hihihi.. kalau kau?.. untuk apa kau kesana?...”
“aku juga bekerja paruh waktu sebagai modelnya... wahh~ berarti aku modelnya dan kau foto grafernya?.. seru sekali.. kebetulan!”
“iya kebetulan” jawabku...
“kalau begitu ayo kita pergi! Nanti kita terlambat” kata Tiff sambil menarik tanganku..
“iya, ayo!.. sini biar aku bantu membawakannya!” kataku sambil menawarkan sejumlah bantuan.
“iya.. terima kasih ya!”
“iya.. sama-sama”
-Sesampainya di Toko-
Tifany’s Prov:
“Annyeong haseyo!” sapaku terhadap semua staff yang sedang sibuk bekerja sekarang ini. Sesibuk apapun mereka, pasti mereka menjawab salamku ini.
“Annyeong Haseyo~” jawab mereka...
Kali ini aku datag bersama Key, dan seketika aku datang, Bapak Produsermenghampiri kami berdua,
“ohh~ jadi kalian sudah saling kenal ya?. Kalau begitu baguslah.. berarti nanti pemotretannya akan menjadi lebih lancar karena kalian sudah saling kenal”
“ooh~ ne..” jawab kami berdua malu...
-di Lokasi pemotretan-
Key’s prov:
Konsep pemotretan kami kali ini adalah seorang bidadari yang datang dari kayangan dengan baju gauhnnya yang cantik yang anggun.. Tiffany jadi di dandani seperti bidadari.. dan ALANGKAH cantiknya dia!!!!!!!!.... seperti layaknya saat melihat dia mengenakan gaun dan riasan itu.. jantungku berhenti berdetak untuk beberapa saat..
“model sudah siap!” teriak satu staff dari bagian riasan.
“baik! Kamera stand by!” kataku sambil bersiap memegang kameranya untuk memotret...
Dan... jantungku berdebub kencang!.. dia sangat cantik seperti bidadari sungguhan.
“kita.. akan.. mengambil...6 pose... Tiff” kataku gagap.. seperti lidahku terasa kaku diikat
Sudah berpose-pose kami lalui sekarang waktunya pose terakhir... pose ke-enam dimana Tiffany harus berada diantara pohon-pohon besar yang dipenuhi lampu..
“Stand by..” kataku sudah siap untuk memotret.
Tiba-tiba saja salah satu lampu sorot jatuh ke arah Tiffany dan reflek aku melindunginya.. dan lampu itu menimpa kepalaku keras...
*BRUGGG*
Tiffany’s Prov:
Aku kaget sekali.. sampai-sampai aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghindari lampu besar itu.. tapi Key menyelamatkanku tadi... lampu itu membentur kepalanya keras.. sehingga dia harus dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulance...
“khh.” Key meringis kesakitan...
“Key.. kau sudah sadar.. syukurlah!.. aku kira kau akan mati demi aku!.. kalau sampai begitu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!”... kataku yang lega tapi juga sangat panik.
“ahh.. aku tidak apa-apa!” kata Key sambil memegangi kepalaya yang sudah di balut dengan perban.
“tapi kau harus tetap di bawa ke rumah sakit untuk check seberapa parah lukamu karena benturan tadi..” lanjutku
“ne..” jawabnya pasrah.
-Di rumah sakit-
“dia tidak apa-apa kan, dok?” kataku bertanya kepada dokter..
“iya.. dia baik-baik saja!” kata dokter tersenyum padaku.
“syukurlah.., bolehkah aku mengunjunginya sekarang?” lanjutku..
“oh silahkan saja!.” Kata dokter mempersilahkanku masuk.
-Di dalam UGD-
“Key!.. gomawo~...” kataku yang berterima kasih, tapi juga bersalah padanya, gara-gara aku, dia jadi seperti ini.
“kwaenchana...mm,.. maukah kau menjadi.....” Key memotong kalimatnya sebentar..” agar bisa aku terus melindungimu.. tanpa rasa canggung lagi,, kalau perlu selamanya.. Can I Be Your...” lanjut Key
“mm,... I’m Already yours...” lalu kami berpelukan untuk pertama kalinya sebagai rasa sayang kami berdua.
Tiba-tiba saja...
“Auwww~.. sakit!” kata Key...
“hah?.. kenapa?.. mana yang sakit?...” kataku panik...
“ah~ tidak apa-apa... kau memeluku terlalu erat..”
:”oh.. maaf~” katanya.. pipinya berubah menjadi merah...
Key’s Prov:
Sudah hampir 2 tahun kami bersama menghadangi masalah yang berlimpah dan merasakan hangatnya cinta dari kami masing-masing..
Tapi kini saatnya sudah tiba.. saat dimana aku harus kembali ke Amerika untuk melanjutkan studyku di Amerika... aku memberitahunya hanya 1 jam sebelum aku pergi... aku hampir tiba di bandara..
Tiffany’s Prov:
Aku mendapat pesan dari Key yang berbunyi,
Tiff.... maaf aku harus meninggalkanmu di Korea.. aku harus melanjutkan studiku di Amerika.. aku janji akan segera kembali.. i will Keep Loving U.
Pesan singkat yang sukses menguras air mataku saat itu juga...
Tapi aku menyusulnya ke bandara dan bertemu dengannya...
“Kenapa mendadak sekali?.. “ kataku dengan mata yang berlinang air mata...
“aku berjanji.. I will Keep Loving U” “tunggu aku 3 tahun lagi...
“baik.. aku akan setia menungumu!” kami berpeluk janji...