Pages

Saturday, August 6, 2011

Keep Loving You

Keep Loving You
Main cast:

- Kim Ki Bum (SHINee)

- Stephanie Hwang (Girls’ Generation)

Description:

Cerita ini berkisahkan tentang dua orang pemuda asal Korea yang kemudian tinggal di Amerika dan bertemu satu sama lain dan jatuh cinta...

Apakah kelanjutan ceritanya?... yukkk... kita baca aja! FANFIC START!

Key’s Prov:

Hari ini, di Amerika tanggal 23 September.. tepatnya hari ini adalah hari ulang tahunku. Hari ini hari ulang tahunku yang ke-20...

Aku memutuskan untuk merayakannya bersama keluargaku yang ada di Korea, bukan bersamasemua teman-temanku yang berada di Amerika..

Saat di bandara aku hanya bisa menunggu keberangkatan pesawat di ruang tunggu. Saat pesawat sudah mendarat aku hanya langsung naik dan tidak melakukan apapun lagi.. aku sudah tidak sabar untuk bertemu keluargaku yang ada di Korea. Aku merindukan mereka semua!

Saat duduk di tempat dudukku di pesawat, ada seorang gadis yang sedang kebingungan mencari tempat duduk yang seharusnya dia duduki sekarang ini. Gadis itu berkata,

“Excuse me! Anybody!.. can you show me the seat number A-25?” dia terlihat kebingungan... semua orang menanggapi pertanyaannya.. taopi semua irang tidak ada yang menjawab karena mereka tidak tahu letakya dan yang pasti temoat duduk itu bukan tempat duduk di tempat mereka duduk.

Lalu aku menyusul merespon pertanyaan gadis itu...
“It’s here...” lalu dia menoleh ke arahku.. dan segera duduk di tempat duduk yang ada di hadapanku saat ini..

“thank You” ucapan terima kasih terlontar dari mulut gadis itu.

“Your welcome” aku harus menjawab, karena menjawab rasa terima kasih seseorang itu adalah tanda kesopanan.

-Pesawat segera Lepas landas-

Sekarang setelah pesawat lepas landas aku hanya ingin menjaga tatakrama dan mengajaknya sedikit berbincang.
Key: “Hi. What’s your name?”
Tiffany: “Hi. I’m Stephanie.. Stephani Hwang..”
Key: “ohh~... so you’re Korean?”
Tiffany: “yes.. it looks like that!.. i’m half korean and half american. And by the way, what’s your name?
             Look from your face.. you’re Asianese, right?”:
Key: “i’m Korean.. 100% korean.. i’m Key.. Kim Ki Bum. I’m just study-aboard in America and i will
        Go home after my study-aboard is over.. Stephanie...” aku memanggilnya dengan nama
         Panjangnya.
Tiffany: “no, no,.. just Tiffany...”
Key: “ok.. Tiff”
Tiffany: “where’s your hometown?” tanyanya...
Key: “Me?.. i’m with my family lived in Busan for 6 years and then i moved to Seoul until now” jelasku
Tiffay : “wah~ kita sama!.. sudahlah.. tidak usah pakai bahasa inggris! Pakai bahasa yang dari asal kita
            Saja” (*ini pura-puranya bahasa Korea ya!)

Key: “iya baik.. jadi kau juga tinggal di Seoul?” Tanyaku balik
Tiffany: “mm..” katanya menjawab singkat sampai mengangguk.


Pembicaraan kami berhenti sampai disitu. Kami memutuskan untuk tidur sebentar karena Korea diperkirakan masih 11 jam lagi...

Kami terbangun pada saat pesawat sudah mendarat di Seoul.. sekarang masih jam 4 pagi di Korea.. kami turun dari pesawat dan jalan ke arah ruang penjemput bersama.. kami akan pergi ke arah yang berbeda jadi sebelum kami berpisah kami saling mengucapkan salam selamat tinggal satu sama lain.

Key:  “Annyeongghi Gaseyo! Selamat jalan!. Aku senang bisa berkenalan denganmu di Amerika,
         kau lah   
        orang Korea yang ku kenal pertama kali. Semoga kita bisa bertemu lagi.”
Tiffany: “iya.. Annyeongghi Gaseyo~! Aku juga sangat senang berkenalan denganmu!.. karena di
             Jarang sekali ada orang Korea.. selamat jalan semoga perjalanan pulangmu menyenangkan!”
Key: “Iya!.. terima kasih ya!”
Tiffany: “iya.. sama-sama!”

Tiffany’s Prov:
Aku senang sekali bisa berkenalan dengan orang seperti dia! Di Amerika jarang sekali ada orang Korea... dia juga manis dan perhatian...aku harapa ku sungguh-sungguh akan bertemu lagi dengannya suatu hari nanti...

-Beberapa Bulan Kemudian-
Key’s Prov:
Sudah 3 bulan aku berada di Seoul, Korea... rasanya sangat berbeda dengan Amerika.. rasanya agak sedikit asing di banding tempat tinggalku di Amerika. Di Amerika banyak orang yang berpakaian terbuka di jalanan tapi disini semua orang sangat sopan dan bertatakrama... bukannya aku ingin menjelek-jelekkan amerika.. tapi itulah kenyataannya.. aku senang kembali ke Korea!
“sudah berapa tahun ya aku di Amerika?.. rasanya sudah lama sekali!.. Seoul pun sekarang sudah banyak berubah!”
Sambil berjalan sambil menatap langit yang cerah di tengah kota Seoul, tiba-tiba saja ada seseorang yang tidak sengaja menabrakku atau aku yang tidak sengaja menabraknya!. Dengan reflek aku segera berkata..  “Jeosong Habnida!” sambil membungkukkan badanku 90 derajat...
Orang itu juga mengatakan hal yang sama denganku “Jeosong Habnida!”..
Karena orang itu sedang membawa suatu benda yang terjatuh, maka sebagai penabraknya bagaimana pun aku harus membantunya membereskannya kembali.
“maaf sekali!.. aku tidak melihatmu!” kataku sekali lagi
“aniya.. kwaenchana.. harusnya aku yang minta maaf karena terburu-buru jadi tidak melihatmu ada di depanku!”
Setelah membantu membereskan barangnya.. sepertinya aku mengenal sosok orang itu.. pandangan yang sama, orang itu juga sedang menebak-nebak siapa diriku ini.. lalu dia memanggil namaku terlebih dahulu..
“kau.. k...Key! Kim Ki Bum!.. wahh~ akhirnya kita bertemu lagi!”... katanya tersenyum bahagia.
“kau..” aku sambil mencoba mengingat-ngingat lagi siapa dirinya.
“aishhh~ baru 3 bulan, kau sudah lupa dengan siapa diriku?.. kau ini masih muda kan Key?.. aku Stephanie Hwang, Tiffany.. orang yang waktu itu satu pesawat denganmu!” katanya sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri mencoba mengingatkanku.
“oh iya!!!!!..aku hampir lupa! Maaf!...apa kabar kau? Baikkah?.. sekarang tinggal dimana kau?” kataku yang kembali ingat.
“hehehe aku baik!... aku tinggal di daerah dekat sini. Kau sendiri?.. kau tinggal sendiri apa bersama orang tuamu?”
“aku tinggal bersama orang tuaku di dekat sini juga!” jawabku... “kalau begitu, karena kita sudah bertemu disini, bagaimana kalau kita sekalian saja pergi bersama? Kau mau pergi kemana?”lanjutku.
“mmm... aku akan pergi ke studio photo di seberang jalan sana.”  Kata Tiff sambil menunjuk arah letak dimana toko itu berada.
“benarkah?.. aku juga ingin pergi kesana untuk bekerja sebagai photo grafer.. karena gajinya yang lumayan.. hihihi.. kalau kau?.. untuk apa kau kesana?...”
“aku juga bekerja paruh waktu sebagai modelnya... wahh~ berarti aku modelnya dan kau foto grafernya?.. seru sekali.. kebetulan!”
“iya kebetulan” jawabku...
“kalau begitu ayo kita pergi! Nanti kita terlambat” kata Tiff sambil menarik tanganku..
“iya, ayo!.. sini biar aku bantu membawakannya!” kataku sambil menawarkan sejumlah bantuan.
“iya.. terima kasih ya!”
“iya.. sama-sama”

-Sesampainya di Toko-
Tifany’s Prov:
“Annyeong haseyo!” sapaku terhadap semua staff yang sedang sibuk bekerja sekarang ini. Sesibuk apapun mereka, pasti mereka menjawab salamku ini.
“Annyeong Haseyo~” jawab mereka...
Kali ini aku datag bersama Key, dan seketika aku datang, Bapak Produsermenghampiri kami berdua,
“ohh~ jadi kalian sudah saling kenal ya?. Kalau begitu baguslah.. berarti nanti pemotretannya akan menjadi lebih lancar karena kalian sudah saling kenal”
“ooh~ ne..” jawab kami berdua malu...

-di Lokasi pemotretan-
Key’s prov:
Konsep pemotretan kami kali ini adalah seorang bidadari yang datang dari kayangan dengan baju gauhnnya yang cantik yang anggun.. Tiffany jadi di dandani seperti bidadari.. dan ALANGKAH cantiknya dia!!!!!!!!.... seperti layaknya saat melihat dia mengenakan gaun dan riasan itu.. jantungku berhenti berdetak untuk beberapa saat..
“model sudah siap!” teriak satu staff dari bagian riasan.
“baik! Kamera stand by!” kataku sambil bersiap memegang kameranya untuk memotret...
Dan... jantungku berdebub kencang!.. dia sangat cantik seperti bidadari sungguhan.
“kita.. akan.. mengambil...6 pose... Tiff” kataku gagap.. seperti lidahku terasa kaku diikat

Sudah berpose-pose kami lalui sekarang waktunya pose terakhir... pose ke-enam dimana Tiffany harus berada diantara pohon-pohon besar yang dipenuhi lampu..
“Stand by..” kataku sudah siap untuk memotret.
Tiba-tiba saja salah satu lampu sorot jatuh ke arah Tiffany dan reflek aku melindunginya.. dan lampu itu menimpa kepalaku keras...
*BRUGGG*

Tiffany’s Prov:
Aku kaget sekali.. sampai-sampai aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghindari lampu besar itu.. tapi Key menyelamatkanku tadi... lampu itu membentur kepalanya keras.. sehingga dia harus dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulance...
“khh.” Key meringis kesakitan...
“Key.. kau sudah sadar.. syukurlah!.. aku kira kau akan mati demi aku!.. kalau sampai begitu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!”... kataku yang lega tapi juga sangat panik.
“ahh.. aku tidak apa-apa!” kata Key sambil memegangi kepalaya yang sudah di balut dengan perban.
“tapi kau harus tetap di bawa ke rumah sakit untuk check seberapa parah lukamu karena benturan tadi..” lanjutku
“ne..” jawabnya pasrah.

-Di rumah sakit-
“dia tidak apa-apa kan, dok?” kataku bertanya kepada dokter..
“iya.. dia baik-baik saja!” kata dokter tersenyum padaku.
“syukurlah.., bolehkah aku mengunjunginya sekarang?” lanjutku..
“oh silahkan saja!.” Kata dokter mempersilahkanku masuk.

-Di dalam UGD-
“Key!.. gomawo~...” kataku yang berterima kasih, tapi juga bersalah padanya, gara-gara aku, dia jadi seperti ini.
“kwaenchana...mm,.. maukah kau menjadi.....” Key memotong kalimatnya sebentar..” agar bisa aku terus melindungimu.. tanpa rasa canggung lagi,, kalau perlu selamanya.. Can I Be Your...” lanjut Key
“mm,... I’m Already yours...” lalu kami berpelukan untuk pertama kalinya sebagai rasa sayang kami berdua.
Tiba-tiba saja...
“Auwww~.. sakit!” kata Key...
“hah?.. kenapa?.. mana yang sakit?...” kataku panik...
“ah~ tidak apa-apa... kau memeluku terlalu erat..”
:”oh.. maaf~” katanya.. pipinya berubah menjadi merah...

Key’s Prov:
Sudah hampir 2 tahun kami bersama menghadangi masalah yang berlimpah dan merasakan hangatnya cinta dari kami masing-masing..
Tapi kini saatnya sudah tiba.. saat dimana aku harus kembali ke Amerika untuk melanjutkan studyku di Amerika... aku memberitahunya hanya 1 jam sebelum aku pergi... aku hampir tiba di bandara..

Tiffany’s Prov:
Aku mendapat pesan dari Key yang berbunyi,
 
            Tiff.... maaf aku harus meninggalkanmu di Korea.. aku harus melanjutkan studiku di Amerika.. aku janji akan segera kembali.. i will Keep Loving U.
Pesan singkat yang sukses menguras air mataku saat itu juga...
Tapi aku menyusulnya ke bandara dan bertemu dengannya...
“Kenapa mendadak sekali?.. “ kataku dengan mata yang berlinang air mata...
“aku berjanji.. I will Keep Loving U” “tunggu aku 3 tahun lagi...
“baik.. aku akan setia menungumu!” kami berpeluk janji...

Sorry I Can’t Like You, but I Love You

Sorry I Can’t Like You, but I Love You

Cast :     Nickhun

Victoria

And Another 2PM members

Rating : G

START!!

“ah aku benar benar kurang nyaman dengan suasana ini” ujar Nickhun
 

“apa maksudmu?” tanya Victoria
 

“yah.. seperti yang kau tau.. kita jadi pasangan karena acara WGM ini kan?”

“lalu?”

“tidakkah kau merasa kurang nyaman soal ini? Kalau kita ada skandal atau dekat dengan artis lain, pasti langsung dihubungkan dengan couple kita di WGM..”

Hening

Nickhun sadar apa yang sudah ia katakan, tapi tidak sedikitpun terlintar di benaknya untuk minta maaf

“oh.. ya.. lalu?” tanya Victoria lagi
 

“yaa.. maksudku.. itu tidak menyenangkan kan?”

“……….”
 

“aku merasa dibatas..” ujar Nickhun yang lalu pergi meninggalkan victoria

Victoria menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


-at 2PM Dormitory-

 “aishh hyuung!! Aku benar benar tidak tahan lagi dengan suasana ini!!” teriak Nickhun

“apa sih kau? Masuk kamar orang hanya untuk numpang  berteriak?” Junsu melemparkan bantal kearah Nickhun yang masuk ke kamarnya secara tiba tiba tanpa ada ketukan atau salam terlebih dahulu

“hyung!! Aku-serius!”

“aku juga serius” Junsu mengambil bukunya dan kembali membacanya lagi

“hyung!!”

Nickhun merebut buku dari tangan Junsu

“apa si——–“

Niat Junsu untuk memarahi Nickhun hilang sudah saat melihat Nickhun yang berwajah sangat .. kusut

“baiklah, ada apa?”
 

Junsu membenarkan posisi duduknya

“hyung.. aku.. kenapa harus aku yang dipilih untuk WGM ini?”
 

“memangnya kenapa? Apa kau benci pada victoria?”
 

“tidak!!”
 

 “Jadi?”

“aku.. tidak suka!! Kami bukan kekasih sebenarnya dan.. apa tidak boleh kalau aku dekat dengan artis wanita yang lain?”
 

“apa sih sebenarnya yang ingin kau katakan?”
 

“maksudku.. aku merasa dibatasi!! Hanya karena aku couple dari WGM, sedikit saja aku dekat dengan artis perempuan yang lain, pasti langsung saja membahas Victoria.. maksudku.. aku tidak masalah soal victoria 

tapi—-“

“stoopp~! Aku mengerti… lalu apa yang kau mau sekarang? Nasi sudah menjadi bubur .. acara WGM ini sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri, KHUNTORIA.. dengan kalian sebagai couplenya dan kau tau itu kan?”
 

“a-ku-ta-hu!”

“baiklah, lalu apa yang kau pusingkan sekarang? Jangan bilang kau mau memintaku untuk membuat mesin waktu”

“uh.. kau tau maksudku dengan tepat!”

“kau mau aku membuat mesin waktu? Yang benar saja!!”

 “ha? Bukan!! Maksudku….. aku minta solusi.. apa yang harus aku lakukan?”

Junsu menatap Nickhun seolah olah Nickhun benar benar objek yang harus dikasihani

“jangan tatap aku seperti itu!!”

“apa kau tidak suka padanya?”
 

“aku tidak membencinya”

 “lalu, apa kau menyukainya?”

hah?”
 

“maksudku.. kau mencintainya?”

Entah kenapa mulut Nickhun tidak ingin terbuka , meskipun sebagian otaknya sudah membuat jawaban, tapi mulutnya tidak mau bekerja sama dengan otaknya
 

“kenapa kau diam?”
 

Nickhun menunduk

Junsu tersenyum

“you-love-her”

“no”

Nickhun tersentak, dan mengelus elus dadanya sendiri
 

“ada apa khun?”
 

Nickhun terdiam

“h..hyung..err..s..solusi!!” Nickhun berusaha mengalihkan pembicaraan

“oh.. ya… solusi? Jalani saja”

Nickhun menatap Junsu bingung
 

“ya jalani saja!! Kau tidak mungkin bisa out dari WGM sekarang..”

“hah..”
 

Nickhun keluar dari kamar Junsu dengan lunglai

 Junsu merasa bersalah, tidak bisa memberikan solusi yang lebih baik lagi pada dongsaengnya..

“kenapa sih aku ini.. hanya untuk mengatakan tidak saja.. susahnya minta ampun..”
 

Nickhun menatap foto di Ponselnya, fotonya bersama Victoria yang diambil pada hari pertama syuting WGM

“beautiful..” batinnya

-Esoknya-

“ayoo!! Cepat pergii!!” ujar Taecyeon
 

“kenapa kau jadi mengusirku sih??”

Taecyeon terus mendorong Nickhun keluar pintu
 

“ah hyung!! Kasian kan Victoria Noona!!” Taecyeon menghentikan langkahnya
 

“hah?”
 

“ya kasian! Hari ini ada syuting WGM kan?”

“tapi kan—-!”

“ga ada!! Hyung harus pergi sekarang!! KAJJA!! MAAF!!”
 

DUAK!!!
 

Taecyeon menendang Nickhun sampai nickhun terlempar keluar ruangan, dan segera membanting pintu dan 
 menguncinya
 

“ah..aishh!!!! Dongsaeng kurang ajar!!”

Dengan enggan, Nickhun berdiri dan pergi ke lokasi Syuting WGM
 

“huh? Mana victoria?” tanya Nickhun pada salah satu staff

“entahlah..”
 

nickhun benar benar tidak menemukan sosok Victoria dimanapun, rasa kesal menyelimuti hatinya
 

“AHH!! KALAU DIA MEMANG TELAT, KENAPA AKU HARUS BURU BURU DATANG KESINI!!” geram Nickhun
 

“ha? Siapa yang telat?” tanya salah satu staff

“ah .. Victoria.. dia telat kan? Bagaimana sih dia..”

“telat? Dia sudah datang dari 1 jam sebelum syuting .. tapi tadi aku lihat dia memang agak murung.. dan berkeliling keliling disekitar tempat ini.. entah sekarang dimana.. masih ada waktu 15 menit lagi, bisa kau cari dia?” tanya Staff itu
 

Nickhun menghela nafas dan mulai berkeliling mencari “SANG ISTRI”

Nickhun berkeliling dari ujung ke ujung wilayah Syuting itu, sampai akhirnya berdiri di sebuah bangunan kecil yang seperti gudang penyimpanan alat alat kebun dan lainnya, dan hanya dengan bermodalkan firasat, Nickhun masuk ke gedung itu
 

Nickhun menemukan sosok yang dari tadi ia cari, bukannya segera mengajaknya pergi, dia malah terpaku dan bersembunyi dibalik salah satu lemari tua karena melihat air mata jatuh di pipi Victoria, dan itu membuatnya terpaku
 

“di..dia.. menangis?” batin Nickhun

Nickhun memperhatikan Victoria terus menerus dan sesekali mencoba keluar dari tempat persembunyiannya, tapi gagal..
 

“aishh.. apa yang harus aku lakukan??” batin Nickhun

“tapi.. dia kenapa?”

Tiba tiba otaknya memutar ulang kata katanya pada victoria kemarin, dan dia segera membuat kesimpulan

“apa dia menangis karena kata kataku kemarin?”

Nickhun duduk di tanah dan merenung untuk sesaat dan menemukan solusi
 

“aku harus  bertemu dengannya”

GREK!!

Nickhun menginjak sebuah botol kaca dan .. jelas saja menimbulkan suara
 

“SIAPA DISANA!” teriak Victoria
 

“uh-oh”

“n..nickhun..oppa”

Victoria segela mengelap airmatanya dengan buru2

Nickhun duduk disebelah victoria

“kenapa kau menangis..?”

“a..apaan! aku tidak menangis kok!”

“kau menangis”

“tidak”
 

“ya”

“tidak”

“ya”
 

“baiklah, aku menangis “

“…kenapa?”

“tidak ada apa apa…”

 “jangan bercanda, tidak apa apa sampai menangis begitu… tuh lihat.. turun lagi kan..”
Nickhun menunjuk bulir air mata yang turun lagi dari mata Victoria
 

“………” victoria terpaku melihat ekspresi nickhun
“jangan menangis.. kau ini kenapa?”
 

Nickhun menghapus air mata Victoria dengan jarinya

“aku ..tidak..”

Nickhun menarik kepala Victoria pelan ke bahunya dan menyenderkan kepala Victoria, lalu menepuk nepuk kepalanya

Nickhun tidak sadar apa yang sedang ia lakukan.. tapi saat ini, tubuh, otak, bahkan hati nya memerintahkannya untuk melakukan itu pada victoria

Victoria kembali terisak

“kau kenapa victoria.. jangan menangis.. “

“OPPA JAHAT!!!!!”

Victoria segera berdiri dan mendorong Nickhun kebelakang
 

“WUAH!!! K..KENA—–“

Nickhun kembali terdiam melihat airmata Victoria yang terlihat semakin deras

“Ke..kemarin… kemarin kau bilang kan!!bahwa kau tidak nyaman soal couple WGM ini?? Kau tidak suka WGM ini kan? Kau merasa dibatas kan?? Kau tidak suka kalau kita menjadi couple kan!?” Victoria mengeluarkan semua unek uneknya
 

“V..Victoria.. a..aku..”
 

“T..Tapi kenapa oppa berbuat seperti ini padaku sekarang!! Padahal aku sudah memutuskan untuk berkata pada para Staff untuk mencari pasangan lain untukmu!”
 

“victoria……….”

“tapi kenapa kau malah jadi baik begini padaku!! Aku benci oppa!!”
 

“VICTORIA!!!!”

Nickhun segera memeluk Victoria erat

“Lepas oppa!! Jangan peluk aku seperti ini!!”
 

“maafkan aku……..”
 

Nickhun berbisik ditelinga Victoria
 

“JANGAN BUAT AKU SEMAKIN MENYUKAIMU .. OPPA! LEPASKAN AKU!!”

“tidak apa apa.. kalau kau semakin menyukaiku.. “

“..?”

Nickhun tersenyum


“oppa…?”
 

“sukai aku.. cintai aku.. karena cinta mu lah yang membuatku dapat melupakan semua keterbatasan ini..”
 

“…???”
 

“jangan bilang benci lagi padaku.. rasanya jantungku mati fungsi saat kau mengucapkan kata terlarang itu 
padaku tadi..”
 


Nickhun meletakkan kepalanya diatas kepala victoria
“kalau kau semakin menyukaiku.. teruskan saja, mau taruhan? Perasaanmu padaku tidak mungkin sedalam perasaanku padamu saat ini “


“oppa..maksudmu..”
 

“aku mencintaimu victoria..”
 

“o..oppa..”

“saranghae..”

“n..nado..”

Victoria dan Nickhun berciuman di tengah gelapnya ruangan dan dinginnya hawa itu..

“LUAR BIASAA!!!!!!!!”

Teriak seseorang dari arah pintu
 

“huh?”

“ternyata kisah nyata itu memang jauh lebih.. ahh!! Aku terharuu!! Nickhun ! kata katamu bagus sekali!!”

Tanpa disadari oleh pasangan itu, semua staff sudah ada di posisi masing masing dan kamera sudah menyala

“j..jangan jangan..”

“TIDAAKKK!!!!!” Victoria menenggelamkan wajahnya di pelukan nickhun
 

 “Direk..am?” tanya Nickhun

Semua staff tertawa

“HAPPY WGM and HAPPY NEW COUPLE KHUNTORIA~~~~~”

THE END!!

Friendship

FRIENDSHIP

Ini FF hasil karya ku sendiri ya! No Plagiat! ;) 
Title : FRIENDSHIP
Main Cast :
·         Kim Kibum / Key
·         Song Sang Woo
Another cast :                           
·         Park Chan Neul
·         Park Rin Rin
·         Choi Minji
·         SHINee
 
Genre : Friendship , Romance and little bit of  Humor
Rating : PG-13
Author: Kim Sae Ri
Length : Series / Sequel
 
Author Pov
“yaa, sang woo iroena! Apa kau tidak mau pergi ke sekolah huh?” panggil seorang ibu dari lantai bawah
“ah ne umma, sebentar lagi” jawabnya malas-malasan
“lihat lah sekarang jam berapa?!”
“eh? OMO!! JAM SETENGAH 6! “ mata nya membelak ketika melihat jam dinding miliknya.
Ya, beginilah keadaan tiap pagi di rumah kediaman nyonya Song. Song Sang Woo, gadis berusia 17 tahun yang bersekolah di Chungdam High School  gadis yang tidak terlalu cantik tapi manis*? Namun karena sikap nya yang masih kekanak-kanakan dan bisa dibilang cukup ‘nakal’ namu dia cukup berprestasi di sekolah nya, Sang Woo mempunyai 3 orang sahabat, mereka bersahabat dari kecil. Mereka menjalani hari-hari seperti biasa, namun kehidupan mereka berubah ketika sang woo membuat masalah dengan Namja popular di sekolah nya.
“Umma!! Aku berangkat dulu eoh!” sang wo mengambil sepotong roti sambil berlalu pergi ke sekolah
“Ne hati-hati!”
“Yeee!”
Sang woo berjalan dengan tergesa-gesa sambil sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.
SESAMPAINYA DI SEKOLAH
“aigooo! Tinggal 5 menit lagi! “ gerutu Sang woo
“ahh! Kalo begini aku bi…- “ Bruk! Tak segangaja sang wo menabrak seorang namja dan tak sengaja pula buku mereka tertukar.
“ahh~!! Appo” ringis sang woo
“ya! Kau bisa hat-hati tidak klo sedang jalan?”
“ahh~ mian sunbae-nim, aku sedang terburu-buru, sebaiknya sunbae cepat-cepat ke kls karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi! Anyyeong! *bow* sang wo berlalu begitu saja dari hadapan ‘sunbae’ nya itu tanpa memperhatikan bahwa buku mereka tertukar
“cih. Apa-apaan yeoja itu’ gerutu key di dalam hati. Key  memandang punggung yeoja itu sampai hilang dari pandanganya entah kenapa ada yang aneh dari diri Key namun Key tak menghiraukannya dan segera pergi ke ruang kelsa nya.
Sang Woo Pov
“mudah-mudahan Siwon Seongsangnim belum datang” aku berharap siwon seongsangnim belum datang karena jika sudah datang maka aku akan di suruh berdiri di tengah lapangan =.=a
‘ah sial! Siwon seongsangnim sudah datang!’ gerutu ku dalam hati
“Annyeong Haseyo Seongsanim ^^ “ sapaku sambil mengembangkan senyumku
“sekarang apa lagi alasan mu Sang Wo-sshi? “ ah sepertinya dia tau klo sekarang aku sedang memikirkan sebuah alasan ==’’
“hmm,, a anuu itu tadi.. hmm” ottokhae >< aku sudah kehabisan akal
“kau boleh duduk ta…”
“ah kamsahamnida seong sangnim^^” aku memotoong perkataan nya sambil pergi menuju bangku ku
“Hyaa! Aku belum selesai bicara! Berikan tugas yang ku berikan padamu kemarin, maka kau boleh mengikuti kelas ku hari ini!
“Ne! Seongsangnim! “ aku menjawabnya dengan semangat, karena hari ini aku tidak lupa membawa tugas dari seongsangnim, haha #bangga :p
‘Eh? Mana bukunya? Perasaan tadi aku membawanya?’ ucapku pelan tapi masih bisa terdengar oleh seongsangnim
“Jadi… mana bukunya? Apa kau tidak membawa tugasmu?”
“uhmm,, a anu_..” perkataan belum selesai namun seongsangnim sudah menyuruh ku untuk menunggu di tengah lapang. =w=
“baiklah kalau begitu, kau tau harus bagaimana kan?”
“ahh~ Yee seongsangnim” aku berjalan lesu keluar sekolah, bagaimana tidak lagi-lagi aku harus menunggu di tengah lapangan, sungguh tega Siwon seongsangnim, pantas saja dia di juluki  ‘Killer Teacher’ -_-
‘‘perasaan tadi aku membawanya! Aku sangat yakin! “ aku berbicara tak karuan saat menjalani *? Hukuman dari seongsangnim,
‘’eh? Kenapa sampul buku miliku berwarna pink? Perasaan sampul miliku berwarna biru, apa tertukar dengan Rin Rin  ya? Aissh! Siwon seongsangnim tega sekali! T.T
Key Pov
“baiklah sekarang kumpulkan tugas kemarin yang saya berikan”  tukas *?* seongsangnim
“Yeee~” kami menjawab dengan serempak.
“eh? Kemana buku tugas ku?? “ ucapku yang masih bisa tedengar oleh chingu yang ada d sebelah ku
“ada apa key? Sepertinya kau sedang mencari sesuatu?” Tanya jonghyun padaku
“Ya, jonghyun apa kau melihat buku tugas ku?”
“buku yang mana?” Tanya nya lagi -,-
“buku yang ku sampul warna pink!”
“Yaa! buku milikmu yang berwarna pink itu banyak!” oh iya, kebanyakan sampul buku ku berwarna pink *?*  -_-
Apa jangan-jangan tertukar dengan buku milik yeoja itu tadi? Batinku., sebaiknya istirahat aku menemuinya.
 
TBC

Please Take Care of My Wife

Please Take Care of My Wife
Main Cast:
Hyorin SISTAR 19
Lee Gikwang B2ST
Kim Jong Hyun SHINee
Lee Joon MBLAQ

Genre: Love Story, Sad Story, Friendship.

Description:
Seorang sahabat dekat yang setia selalu menjaga amanat terakhir dari almarhum sahabatnya. Kata-kata terakhir sahabatnya adalah...
Please.. Take care of My Wife
Sebelum sahabatnya meninggal.. hanya kata itu yang terakhir diucapnya. Ia meninggal karena kecelakaan lalu lintas di dekat jalan tol (kecelakaan mobil) dalam perjalanan pulang ke rumahnya dimana tempat ia dan istrinya tinggal..

Udah ah~ jangan kebanyakan clue...
Baca sendiri ya! ^^
Happy reading.. Author Dahee

FANFIC START!
Author’s Prov:
Hari itu, hari dimana Gikwang akan pulang dari tugas dinas keluar kotanya. Gikwang sengaja tidak memberitahu istriya Hyorin karena bertujuan untuk memberi kejutan yang sangat istimewa bagi istrinya yang telah 1 tahun menunggu kedatangannya kembali dan juga tentunya si cabang bayi yang baru berumur 6 bulan yang ada di perut Hyorin itu tentunya menunggu kedatangan ayahnya.
Tapi semua kebahagiaan itu diakhiri dengan duka yang amat mendalam.

-Di Rumah Hyorin-
Hyorin’s Prov:
Aku sedang mempersiapkan sarapan untukku dan calon bayiku ini. Rasanya hari ini aku sangat bahagia dan bergairah sekali, entah kenapa.
Tapi, saat aku sedang memotong wortel untuk di taruh di bubur ini, tanganku teriris pisau yang sangat tajam, lukanya juga cukup dalam. Jadi aku menghentikan aktivitasku yang sekarang ini dan langsung mengobati lukaku.
“aduh!..” reflek aku teriak karena kesakitan karena terkena ujung mata pisau selagi memasak.
“ada apa ya? Apakah terjadi sesuatu ya? Tapi kepada siapa? Perasaanku jadi tidak enak sekali.” Lanjutku.
-beberapa saat kemudian-
Beberapa saat kemudian setelah aku mengobati luka goresku ini, aku melanjutkan aktivitas memasakku, selesai aku memakan bubur yang kubuat, aku bergegas ke ruang Utama utuk menyalakan TV dan melihat berita pagi.
Begitu menyalakan TV dan memindahkan ke channel KBS2, ternyata ada berita kecelakaaan lalulintas.
Pagi dini hari, terjadi sebuah kecelakaan lalu lintas di luar jalur tol Seoul yang menewaskan satu orang dan satu orang lagi dalam keadaan koma. Kecelakaan ini diduga karena si pengemudi yang mencoba menghindari pengendara motor yang lalu menabrak pohon besar di trotoar.. si pengendara motor itu dikabarkan selamat dan tidak mengalami luka sedikit pun karena berhasil kabur...
Berikut nama--..” ucap pembawa acara berita pagi tersebut.
Author’s Prov
“wah.. kasihan sekali kerabatnya jika mengetahui kerabatnya meninggal tragis seperti itu.” Selak Hyorin...
Lalu ponsel Hyorin bergetar di meja telfon.
Drttt...drtttt...
Tidak lama kemudian Hyorin menjulurkan tangannya untuk meraih ponselnya yang berdering di sebelahnya itu.
“Yeoboseyo..” sapa Hyorin.
“ne... yeoboseyo.. apakah ini Nona Hyorin?... Kami dari pihak kepolisian ingin memberitahukan kecelakaan tewas yang dialami oleh saudara Lee Gikwang di luar jalan tol.” Ucap pihak kepolisian.
“ne?.. tidak mungkin!” kata Hyorin yang setengah masih tidak percaya.
Setelah kembali menyalakan TV,
Korban tewas dan luka-luka dalam kecelakaan tersebut:
  -Lee Gikwang  = 22 tahun, Luka-luka, Koma. (Penumpang)
  -Song Sangju  = 36 tahun, Meninggal (Sopir/ Pengemudi)” ternyata yang diberitakan di TV semuanya benar.
“ini.. tidak.. mungkin” kata Hyorin tidak percaya yang kemudian melepaskan ponselnya.
“terima.. kasih.. at-atas pemberi tahuannya,. Pak” lanjut hyorin terbata-bata.
“iya.. Nona. Sama-sama” jawab pihak kepolisian tersebut.
Tidak melamunkan apapun, Hyorin langsung menelefon sahabat dekat Gikwang, Jonghyun.

Jonghyun’s Prov:
Aku sedang menikmati sarapan pagiku di apartemenku. Tiba-tiba terdengar suara ponselku berdering di meja di ruang tamu.
Ring Ding Dong.. diggy ding.. ding ding
Aku segera berjalan menuju arah ruang tamu dan mengambil ponselku.
“yeoboseyo.. Hyorin-ahh!” kataku ramah.
“setel.. TV-mu!...” kata Hyorin terbatah-batah.
“ne?! Ye..ye” kataku...
Aku melihat dalam daftar korban kecelakaan ada nama Gikwang di dalamnya.
“antar aku kesana!” perintah Hyorin.
“bai-baik!.. kita kesana sekarang.. kau sudah siap Hyorin.. persiapkan barang yang mau kau bawa! Aku akan menjemputmu, aku ada di rumahmu 10 menit lagi1!’’ ujarku terburu-buru.
“ne..ne” Hyorin menjawab.
Aku bergegas memanaskan mobilku sejenak dan pergi ke tempat Hyorin tinggal...
Hyorin’s Prov:
-Sesampai di rumah Hyorin-
Tiin.. tin...
Ada Suara mobil yang mengelaksonkan klaksonnya di depan rumahku. Aku yakin itu pasti Jonghyun.
Aku mengintip keluar jendela.. dan benar itu ternyata Jonghyun.. aku menuruni tangga rumahku dengan hati-hati agar bayiku ini tidak terganggu.
-di dalam mobil jonghyun-
Aku sudah berada di dalam mobil Jonghyun bersama Jonghyun. Jonghyun segera menyalaka starter mobil dan jalan menuju lokasi. Beruntungnya kami belum terlambat, mereka masih disana untuk menangani Gikwang dan Sopir itu.
Mereka sedang memasukkan Gikwang ke Ambulance.. aku dan Jonghyun berusaha mendekati ambulan itu, tapi usaha dan niat kami dihadang oleh polisi, setelah kami memberi tahu bahwa kami ini kerabatnya, kami diizinkan menemani Gikwang di dalam Ambulan.
Beberapa saat kemudian setelah ambulan yang kami naiki ini jalan menuju arah rumah sakit atau klinik terdekat, Gikwang siuman dengan kondisi tubuh dengan berlumuran darah.
Jonghyun’s Prov:
Gikwang pun akhirnya siuman, aku dan Hyorin sedikit lega dan panik melihat kondisi Gikwang yang sekarat saat ini. Gikwang memanggil namaku dan membisikkan sepatah kata ingkat padaku.
“Jonghyun..ahh” sambil menahan sakitnya ia masih memanggil namaku dengan jelas.
Aku yang panik tentu saja langsung menanggapi responnya. “ne.. Gikwang-ahh...”
“PLEASE TAKE CARE OF MY WIFE” itulah sepatah kata yang Gikwang lontarkan sebelum ia kembali tidak sadarkan diri. Kata-kata ini sangat menyeramkan, menakutkan. Kata-kata ini seakan ia ingin meninggalkan kita, atau lebih tepatnya lagi mungkin ini kata-kata terakhirnya sebelum ia MENINGGAL. Semua itu tiba-tiba terlintas di pikiranku.
Tangisan Hyorin semakin lama semakim menjadi-jadi. Setelah mendengar perkataan tadi yang Gikwang ucapkan, Hyorin tidak sanggup lagi menahan isak tangisnya dan menangis sangat keras.
Seperti amanat yang Gikwang katakan tadi, aku harus menjaga istrinya dengan baik.
Aku berusaha menghibur Hyorin seadanya. Kondisiku saat ini juga sedang terkejut, jadi aku hanya bisa memeluknya dan terus memeluknya.
Dan akhirnya kami sampai di rumah sakit Ganggoo setelah 10 menit perjalanan,
-di ruang tunggu-
Aku dan Hyorin menunggu kabar dari dokter dari ruang ICU.
Dokter keluar dengan ekspresi wajah yang tidak baik, aku takut terjadi apa-apa dengan sahabat karibku, Gikwang. Aku dan Hyorin beranjak dari tempat duduk kami dan menghampiri dokter tersebut,
“Dok, bagaimana keadaan tuan. Lee Gikwang?” tanyaku cemas, dengan memeluk Hyorin disisi kananku dan berisap-siap mendengar jawaban yang mungkin pahit.
“maaf, nona, tuan. Pasien sudah menghembuskan nafas terakhirnya di perjalanan dalam ambulan tadi mungkin, karena begitu dibawa ke ruang ICU ini tuan Lee sudah tidak bernafas lagi.” Peraaanku benar, jawaban yang sungguh mengejutkan hati! Jawaban yang menyakitkan.
“apa..” kata Hyorin lemas, dan kemudian ia pingsan. Aku berusaha menahannya agar ia tidak jatuh ke lantai.
“HYORIN-ahh!!” teriakku panik. “dok! Tolong panggilkan suster!”
Sambil menggotong Hyorin yang terjatuh pingsan, aku berlari ke ruang UGD. Dan membaringkan Hyorin di tempat tidur pasien. Aku menunggunya dalam pemeriksaanya. Sampai akhirnya dokter selesai memeriksanya dan sedikit berbincang denganku.
“dok, bagaimana keadaannya?.. dia baik-baik saja kan dok?.. calon bayinya juga bagaimana?”tanyaku
“dia baik-baik saja. Tapi kalau terus diabaikan bisa jadi pengaruh buruk bagi dia dan juga cabang bayinya. Untuk sekarang ini bayi yang di kandungnya juga tidak apa-apa. Tapi tolong jaga dia baik-baik atau bisa beresiko tinggi seperti yang saya bilang tadi” jelas dokter itu.
“baik dok, terima kasih” jawabku.
“ya, sama-sama” balas dokter itu.
Sunnguh melegakan mendengar dia tidak apa-apa. Aku tahu Hyorin masih sangat terpukul atas kejadian ini, jangankan Hyorin, aku pun sangat terpukul, tapi aku berusaha menjadi lebih kuat untuknya.
Setelah 2 jam, Hyorin siuman. Aku juga segera mengantarkannya pulang karena takut terjadi sesuatu yang tidak baik terhadapnya dan kandungannya.
-dalam perjalanan-
“....”
Suasana hening menyelimuti suasana yang ada di mobilku ini. Sampai akhirnya aku memecahkan keheningan ini.
“aku akan menemanimu dulu untuk berjaga-jaga. Agar dirimu tidak apa-apa. Jadi kalau ada apa-apa, kamu bisa langsung membangunkan aku” tawarku.
“ne” Hyorin hanya bisa menjawab ia dan ia.
-sesampai di rumah Hyorin-
“dimana kamarmu?” tanyaku.
“dilantai 2, wae?” jelasnya.
“tidak, aku akan tidur di bedcover atau di sofa kamarmu.” Jawabku.
“baiklah...” kata Hyorin pasrah.
-Beberapa Hari kemudian-
Kondisi Hyorin sudah mulai membaik, dia sudah mau membuat sarapan lagi seperti dulu.
Aku juga sambil menjaganya membuat sarapan yang berada di sampingnya. Tiba-tiba Hyorin meringis kesakitan dan memegangi perutnya..
“k-Kenapa?.. ada yan sakit?” tanyaku memastikan keadaanya.
“ada... bayiku... ini waktunya...” jawabnya.. ternyata benar, dia pendarahan. Tanpa berpikir aku membawanya masuk ke dalam mobil dan mengantarkanya ke rumah sait terdekat. Ternyata dalam kondisi yang tergesa-gesa seperti ini jalan raya juga macet,
“apa-apaan ini?!..” kataku kesal “jangan khawatir Hyorin! Aku akan menggendongmu.!” Aku nekad untuk menggendongnya sampai ku temukan rumah sakit terdekat.
“Jonghyun-ahhh!!” teriak Hyorin..
“iya Hyorin.. sabar sebentar lagi! Tahan sebentar lagi!” jawabku sambil berlari kesana-kemari dan bertanya pada orang-orang dimana rumah sakit terdekat.
-sesampai di rumah sakit-
“SUSTER!! DOKTER!! TOLONG KAMI!” teriakku. Lalu dokter dan suster segera datang menghampiri kami. “dokter tolong1 sepertinya dia ingin melahirkan..” kataku panik.
Menjelang persalinan aku menunggu diluar. Aku terus menggigit  kuku-kuku jariku karena aku terlalu panik. Lalu dokter keluar dari ruang persalinan dan mengatakan kalau aku harus membantu persalinannya.
“Tuan.. mari ikut saya dan pakai baju ini. Anda harus membantu persalinannya.”
“tapi.. dok—“ “baiklah!” aku menjawab dengan ragu.
Aku masuk ke dalam dan lalu mendengar suara teriakkan Hyorin. Aku menggenggam tangannya dan memberinya semangat,
“kau harus kuat!... lahirkan anakmu!..” kataku memberi semangat.
“sakittt..” teriak Hyorin..
“iy..iya.... bagaimana pun kau harus melakukannya! Ayo! Aku ada di sampingmu!”
Dan kemudian..
Tangisan bayi terdengar keras di telingaku, aku bukan ayah dari bayi ini. Tapi aku merasa sangat tenang dan bahagia mendengar suara tangisan bayi dari Gikwang dan Hyorin ini. Gikwang sangat beruntung bisa segera mempunyai momongan.. Gikwang pasti sedang tersenyum bahagia diatas sana.
Melihat ekspresi Hyorin yang bahagia juga sangat melegakan, aku bukan suaminya, tapi aku bisa mrasakan kebahagiaannya.
Setelah itu, Hyorin dipindahkan ke ruang rawat inap dan bayinya juga dipindahkan ke BABY’s Room.
Setelah beberapa jam, Hyorin dan aku pergi ke kamar bayi untuk melihat Bayi yang baru saja Hyorin lahirkan.
-setelah tiba di kamar bayi-
Hyorin dan aku berdiri berdampingan didepan ruang/kamar bayi yang dihalangi kaca.
“ Wajahnya sangat mirip dengan Gikwang...” kata yang mengharukan keluar dari mulut Hyorin.
“kau benar,” jawabku. “tapi, coba kau lihat baik-baik! Hidung dan mulutnya mirip denganmu!” kataku sambil menarik Hyorin kedekapanku.
“kau benar” jawab Hyorin.
Kemudian, Hyorin memutuskan untuk pulang ke rumah dan merawat bayinya dirumahnya.
-di perjalanan-
Hyorin sangat gembira bahwa ia punya Little Gikwang dan dari tadi hanya sibuk bermain dengan bayinya.
“aku ma beri nama dia Joon karena dia lahir di bulan Juni dan Lee untuk nama belakangnya dari nama ayahnya.” Kata Hyorin.
“ya.. nama yang bagus.. tapi Hyorin..” aku menaruh jeda pada perkataanku.
“tapi apa?” tanya Hyorin.
“bagaimana.. jika aku menjagamu dan Joon untuk selamanya selayaknya ayahnya dan selayaknya suamimu sesuai amanat Gikwang padaku dulu.” Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku.
“baiklah.. mari kita menjadi orang tua yang baik bagi Joon. Menjaganya di waktu sakit, menghiburnya disaat sedih, dan ada di sisinya saat dia senang!” jelas Hyorin.

Author’s Prov:
Sejak saat itu, Hyorin, Lee Joon dan Jonghyun selalu hidup bersama-sama selayaknya keluarga kecil dan mengalami masa-masa senang dan sedih bersama.
Mereka melewatinya dengan penuh semangat dan kebahagiaan setiap harinya. Lee Joon juga menganggap Jonghyun sebagai ayah kandungnya.
THE END