--Part 7—
So Ah hanya bisa diam tanpa berkutik, entah perasaanya bagaimana sekarang. Terlalu shock baginya untuk membuka mulutnya dan berbicara sekarang. Tapi jika ia pikir-pikir lagi, ciuman ini membawa keberuntungan juga, sih.. jadi para Hobae yang sedang mengamuk itu bisa melunak dan lalu pergi meninggalkan mereka. Sementara ciuman hening itu tidak juga kunjung lepas..
Canggung.
Hanya kata itu yang bisa melengkapi bgaiana keadaan mereka saat ini.
“Opphhha..” desahan keluar dari mulutnya. Perasaan antara tekejut dan risih, juga bingung.
“Opphhha..” desahan keluar dari mulutnya. Perasaan antara tekejut dan risih, juga bingung.
--------------
Di taman, Kevin dan So Ah duduk di bangku taman panjang coklat redup. Mereka duduk dengan jarak yang tak terbilang dekat. SO AH duduk di ujung kiri kursi taman, dan Kevin? Diujung kanan kursi itu. “kau masih syok?” Kevin membuka suara. “eh?.. eumm.. anio..” So Ah menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. Kevin hanya terkekeh kecil lalu memperdekat jarak duduknya dengan So Ah.
“Kim So Ah, maukah kau…” So Ah mendongak menatap Kevin dengan tatapan teduh. “menjadi yeojachinguku?”
---------------
Kim So Ah’s POV:
“Kim So Ah, maukah kau…” aku mendongak menatap Kevin Oppa dengan sorot mata tenang dan teduh. “menjadi yeoja chinguku?” MWO?! Aku membulatkan mataku… Apa yang harus kulakukan? Kalau aku menolaknya.. pasti dia akan menanyakan ‘kenapa aku harus menolaknya?’ terus nanti aku bakalan jawab apa? Kalau aku bilang ‘Iya’, aku kan sudah punya namjachingu.. eh bukan! Nampyeon (*suami) malahan!
“ne?!” kuharap tadi aku salah dengar..
tapi kemudian dia berlutut di depanku yang masih terduduk dan hanya bisa melongo menyaksikan aksinya.. Kevin Oppa meraih kedua tanganku, “ku tegaskan sekali lagi.. Kim So Ah, mau kah kau menjadi yeoja-chinguku?” sorot matanya.. sorot matanya yang teduh membuat otakku berhenti berpikir.. sorot mata yang kurindukan, tapi bukan untuk sebagai NAMJA CHINGU, tapi hanya sebagai seorang OPPA..
tapi kemudian dia berlutut di depanku yang masih terduduk dan hanya bisa melongo menyaksikan aksinya.. Kevin Oppa meraih kedua tanganku, “ku tegaskan sekali lagi.. Kim So Ah, mau kah kau menjadi yeoja-chinguku?” sorot matanya.. sorot matanya yang teduh membuat otakku berhenti berpikir.. sorot mata yang kurindukan, tapi bukan untuk sebagai NAMJA CHINGU, tapi hanya sebagai seorang OPPA..
“Sudah terima saja!!” teriak seseorang dari kejauhan.. sontak aku dan Kevin Oppa memusatkan pandngan kami pada seseorang yang sedang berjalan menghampiri.. “terima saja..”
“Kisseop sunbae? Dan…” itu seniorku sekaligus pemandu acting di teater kami. Lee Kisseop. Dan satu lagi.. sepertinya aku kurang mengenalnya. “Shin SooHyun” kata namja itu lalu menjabat tanganku. “ne..” kenapa aku jadi salah tingkah begini sih?
“jadi bagaimana?” lanjut Kevin Oppa. Aku tahu ini gila, tapi aku harus melakukan ini! demi menjaga satusku.. “baiklah.. I do..”
Kevin’s POV:
“jadi bagaimana?” lanjutku. Aku deg deg-an setengah mati menunggu jawabannya. “Baiklah, Oppa.. I do” Mwo?! Dia.. dia mau mejadi yeoja chinguku?! Kurasa air mukaku sekarang sudah berubah menjadi semburat ekspresi wajah yang senang dan berseri-seri… “Gomawoyo So-ya..” kupeluk dia erat-erat. Bisa kurasakan dia membalas pelukanku..
“ehm ehm..” kulepas pelukan eratku yang mungkin sudah berlangsung hampir 2 menit.. lalu melirik kerah Kisseop dan SooHyun hyung yang sedang menyembunyikan kekehan kecil mereka. “sepertinya kami mengganggu, ya?” Tanya Soo Hyun Hyung.. aku hanya bisa bersalah tingkah dan menggaruk-garuk keningku lembut. “kalau begitu kami permisi dulu ya.. silahkan lanjutkan adegan mesranya.. selamat bersenang-senang!” Kisseop menyeret soohyun hyung dan terkekeh pelan.
------------
“bisakah kau temani aku ke suatu tempat pulang sekolah ini?” tanyaku pada So Ah yag sedang sibuk memindahkan peralatan panggung kesana-kemari. “tentu…” jawabnya singkat sambil tersenyum singkat kearahku. “biarku bantu.” Kuambil sebagian barang-barang berat itu dari tangannya. “aigoo aigoo~ berat sekali.. bagaimana bisa kau membawa benda-benda berat ini? sendirian pula..” cerewetku. Kulihat ia hanya terkekeh kecil. Lalu aku memutuskan seterusnya membantunya..
-End of Kevin’s POV-
“sebenarnya kau inigin membawaku kemana sih, Oppa?” Tanya So Ah sambil memperhatikan pemandangan sekeliling. “ Ke pantai..” kutatap sebentar matanya lalu ku fokuskan kembali pandanganku ppada jalan lurus yang penuh dengan pasir ini. “ Mwo?! Pantai?! Kenapa kau tidak bilang dulu..” aigoo~ lucu sekali dia itu!
“kalau aku bilang dulu nanti kurang seru!” kucubit pipinya pelan. “ tapi kan aku gak bawa baju ganti. Kalau basah gimana?”
“pakai baju Deanna noona saja..” untung ada baju salin Deanna noona yang tertinggal di bagasi belakang. Jadi tidak ada alasan lagi baginya untuk menolakku! “baiklah.. as you wish, Oppa” ia menarik nafasnya panjang.
“Sudah sampai!!!!” aku turun dari mobil. Dengan tenangnya aku membentangkan kedua tanganku ke samping, dan mendongakkan wajahku.. kuhirup dalam-dalam udara pantai yang bau basah..
Gelombang pasang ombak dan kicauan burung di sore hari ini..
sungguh seakan menyambut kedatangan kami.
sungguh seakan menyambut kedatangan kami.
-End of Kevin’s POV-
- Kim So Ah’s POV-
Wuaaa~ Bada!(*pantai) sudah lama sekali aku tidak kepantai. Bersama Kevin Oppa maksudnya! Kalau sama Kibum? Waktu bulan madu saja pemandangan kami hanya PANTAI dan PANTAI! “ eollaemanieyo…” aku ikut keluar dari mobil dan berdiri setengah menyandarkan sikutku.
“eumm.. rasanya sudah lama sekali!” balas Kevin Oppa yang masih sibuk memandangi pemandangan keindahan pantai disaat petang. Kulepas kedua sepatukku yang masih terpasang kuat di kakiku. “Oppa kejar aku!” ku lempar bola pasir basah. Dan.. PLOKKKKKK! Strike! Tepat diarah wajahnya!
“YAAA!!! Kim So Ah! tunggu pembalasanku!!!” ia mengejarku! Haha.. kaburrrrr
**********
“Gomawoyo, Oppa!”
selaku di tengah kesibukan kami. Kesibukan? Haha.. kami sedang berbaring di tengah ribuan butiran pasir untuk menyaksikan sunset.. menyenangkan bukan? “untuk apa?” jawabnya santai. “segalanya..” ia menoleh pelan kearahku.. “bailah.. kuterima.. hahaha”
selaku di tengah kesibukan kami. Kesibukan? Haha.. kami sedang berbaring di tengah ribuan butiran pasir untuk menyaksikan sunset.. menyenangkan bukan? “untuk apa?” jawabnya santai. “segalanya..” ia menoleh pelan kearahku.. “bailah.. kuterima.. hahaha”
“Aigoo~ matahari sudah setengah tenggelam… hari akan mulai gelap. Kita pulang habis matahari terbenam, oke?” jelas Kevin Oppa lagi.. entah, aku masih tidak tega. Aku masih merasa mengkhianatinya.. aku sama sekali tidak mencintainya sebagai NAMJA CHINGU tapi hanya sebatas.. OPPA.
***********
@Kevin’s Car
“Oppa terima kasih telah mengantarku… dan juga terima kasih atas ajakan jalan-jalanmu tadi. Stress dan penatku serasa lenyap seketika…”
“ah.. aku yang ahrusnya berterima kasih padamu karena sudah mau menemaniku ke pantai itu. Jadi aku tidak perlu kesana dengan tangan kosong, dan sendirian lagi…” tangan kosong? Aku tidak mengerti..
“Tangan kosong?” ulangku. Aku memang tidak mengerti. Tangan kosong? Setahuku sedari tadi ia tidak membawa apa-apa. “iya. Karena setiap aku ingin pergi ke tempat itu. Aku akan selalu mengajakmu dan menggenggam tanganmu.. jadi tanganku tidak akan terasa kosong lagi..” ya tuhan! Rasanya aku semakin bersalah.. jika saja aku belum meni—ani! Ani! Kim So Ah! jangan berpikiran yang macam-macam! So Ah pabo!
Ku pasang senyum tipis nan miris.
‘Mianhaeyo, Oppa..’ batinku.
‘Mianhaeyo, Oppa..’ batinku.
***********
“Gomawo Oppa..” Kevin Oppa mengantarku sampai depan rumah. “ne.. besok kita bertemu lagi.. Annyeong~” Kevin Oppa perlahan menuutup kaca mobil otomatisnnya lalu pergi meninggalkanku. “Annyeong~” ku lambaikan sebelah tanganku pada mobil Oppa yang kian menjauh.. “hfttt..” kuhela nafas berat dan kemudian masuk ke dalam rumah..
KLEK..
Kuputar gagang pintu depan rumahku.
“Bisa jelaskan padaku apa yang dimaksudkan dengan ini?” Kibum? Jelaskan apa? Kupungut satu kertas kecil, yang terlihat seperti..
“Bisa jelaskan padaku apa yang dimaksudkan dengan ini?” Kibum? Jelaskan apa? Kupungut satu kertas kecil, yang terlihat seperti..
“foto?” selaku. Kulihat foto itu. Fotoku sedangberciuman bersama Kevin Oppa di koridor kampus tadi siang.. “kenapa bisa menjadi seperti ini?..” tanyanya dengan nada yang dingin. Kutatap foto itu dan Kibum bergantian, otakku masih sulit untuk mencerna semua yang terjadi padaku hari ini. pertama, aku hampir kehilangan nyawaku karena ulah fans fanatic Kibum, kedua, tanpa berpikir panjang aku bisa saja menerima permintaan yang ‘Aneh’ untuk menjadi yeojachingu Kevin Oppa, dan sekarang.. ketiga. Kibum cemburu padaku?
“ kenapa bisa..”
“justru aku yang mau Tanya ke kamu kenapa bisa begini? Kim So Ah! seharusnya kau sadar karena kau telah menjadi istri orang sekarang! Dan.. bisa-bisanya kau mencium namja lain. Kau bilang kau dan Kevin hanya sekedar teman? Tapi ini yang kau bilang teman?..” dilemparkannya kembali beberapa sisa lembaran-lembaran foto yang berisikan kegiatanku bersama Kevin. Aku masih tidak bisa mencerna semua kejadian ini.. kejadian hari ini begitu naas.. “ Beginikah caramu berteman Kim So Ah?! BEGINI?!” bentak Kibum.
“justru aku yang mau Tanya ke kamu kenapa bisa begini? Kim So Ah! seharusnya kau sadar karena kau telah menjadi istri orang sekarang! Dan.. bisa-bisanya kau mencium namja lain. Kau bilang kau dan Kevin hanya sekedar teman? Tapi ini yang kau bilang teman?..” dilemparkannya kembali beberapa sisa lembaran-lembaran foto yang berisikan kegiatanku bersama Kevin. Aku masih tidak bisa mencerna semua kejadian ini.. kejadian hari ini begitu naas.. “ Beginikah caramu berteman Kim So Ah?! BEGINI?!” bentak Kibum.
Kemudian setelah itu, keheningan bertamu dan kensunyian pun singgah diantara kami. Tidak ada satu pun dari kami yang berniat membuka mulut. Situasi inilah.. situasi inilah yang paling kubenci. “Sebaiknya kita bercerai..” ucapku perlahan. Kibum menatapku dengan mata terbelalak. “kalau tahu jadinya akan seperti ini.. lebih baik kita bercerai..”
“….” Hening. Ia tidak menjawab. Akan kuartikan heningan itu dengan jawaban setuju. “pertama, sebelum kita bercerai.. aku ingin menjelaskan semuanya padamu..” kuhela nafas berat lalu menatapnya dengan tatapan sendu. “Kevin Oppa menciumku karena ingin menyelamatkanku dikerumunan fans fanatikmu yang hendak membunuhku dengan..” kuhela kembali nafas berat. Sebisa mungkin kutahan air mataku untuk tidak menetes. “ dan asal kau tahu.. aku tidak ingin menyakitimu seperti ini. hanya ingin.. maaf. Aku tidak berpikir panjang waktu itu. ..” ucapku lirih. “aku akan membayar dendanya.. berapapun yang kau mau.” Kulihat ia masih sama sekali tak bergeming. Masih tetap pada sorotan dan pandangan matanya yang kosong.
“Baiklah jika itu maumu..” ujarnya pasrah. Baiklah.. kukira ini adalah cara yang terbaik untuk kita semua..
Aku langsung naik keatas dan masuk kekamarku, kukunci kamarku rapat-rapat.
‘Hikss.. Hikss’ suara isak tangisku mulai pecah. “Kenapa disini rasanya sakit sekali?” tanyaku pada diriku sendiri sambil memukul-mukul dadaku pelan.
‘Hikss.. Hikss’ suara isak tangisku mulai pecah. “Kenapa disini rasanya sakit sekali?” tanyaku pada diriku sendiri sambil memukul-mukul dadaku pelan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
In The Other Side.
Kibum’s POV:
Kenapa dia bisa berkata ‘cerai’ seenteng itu? Tidak kah dia menyadari kalau aku mencintainya? Aku mulai mencintainya.. entah sejak kapan. Dan kusadari juga.. bahwa aku sedang patah hati sekarang.
No comments:
Post a Comment