--The Way To Love You—
Main Cast:
Park Jae Jin
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Genre:
Romance
Friendship
(mau tahu lagi? Baca sendiri ya.. yang jelas FF ini bebas dari YADONG!)
Friendship
(mau tahu lagi? Baca sendiri ya.. yang jelas FF ini bebas dari YADONG!)
Author:
KKH_97
Author’s Note:
Fanfiction ini 100% milikku! Plot, latar, dan Main castnya kali ya? XD hihihi
SAY NO TO PLAGIATORS aja deh… kalo yang ngerasa lebih baik pergi jauh-jauh!
SAY NO TO PLAGIATORS aja deh… kalo yang ngerasa lebih baik pergi jauh-jauh!
*GO AWAY PLAGIATORS
*********
Kuperhatikan dari jauh sosok seorang namja yang tengah duduk di bangku taman kampus kami dengan segelas kopi terenggam di tangannya. Sesekali ia menyeruput kopi yang kelihatannya masih hangat itu.
Hatiku berdebar sangat kencang setiap kali aku mengingat sosok namja itu. Hanya mendengar namanya saja, sudah membuatku mabuk di kepayang. Apalagi saat berada di dekatnya. Bisa membuatku mati! Jantungku sering kali berdetak saking cepatnya diatas kecepatan detak jantung pada umumya!
“ Sedang apa kau?”
“Omo~ ya ampun… ya ampun! Kim Kibum! Kau hampir membuatku mati tahu!” ya ampun! Anak itu! Kenapa dia muncul tiba-tiba di belakangku dengan wajah menyeramkan itu! Ekspresinya… Pokoknya berhasil membuat jantungku hampir copot di tempat. Kuelus-elus dadaku juga menepuk-nepuknya! Memang sih.. kejadian misterius tentang tiba-tiba munculnya sosok sahabat anehku yang satu ini bukan yang pertama kalinya. Tapi tetap saja aku kaget terus!
“Omo~ ya ampun… ya ampun! Kim Kibum! Kau hampir membuatku mati tahu!” ya ampun! Anak itu! Kenapa dia muncul tiba-tiba di belakangku dengan wajah menyeramkan itu! Ekspresinya… Pokoknya berhasil membuat jantungku hampir copot di tempat. Kuelus-elus dadaku juga menepuk-nepuknya! Memang sih.. kejadian misterius tentang tiba-tiba munculnya sosok sahabat anehku yang satu ini bukan yang pertama kalinya. Tapi tetap saja aku kaget terus!
“stt.. nanti celaka kalau dia melihatku!” kutaruh satu jariku di depan mulutku, mengisyaratkan untuk diam.. kembali kualihkan pandangan mataku kearah namja itu yang…
“Lho?! Kemana namja itu?” kemana namja itu? Tidak kutemukan jejak-jekaknya sama sekali di bangku taman. Kemana ya kira-kira dia? Ahh~ palingan juga masuk ke kelas..
“ya sudahlah.. mungkin dia sudah masuk ke kelasnya kali..” gumamku kecil. Kubenarkan posisi berddiriku lalu mengencangkan tas selempangku. “sebenarnya siapa sih yang kuintai dank au cari selama ini Park Jae Jin?” Tanya Kibum yang ikut berjalan di sampingku.
“pokoknya seseorang yang kuidolakan selama ini! bukan urusanmu siapa orang itu..” seperti biasanya..Kibum ini memang sok tahu! Maunya itu thu urusan orang..
“tapi memangnya apa salahnya jika aku mengetahuinya? Aku kan sahabatmu.. dan mungkin! Aku bisa membantumu untuk mendapatnya.”
“tapi memangnya apa salahnya jika aku mengetahuinya? Aku kan sahabatmu.. dan mungkin! Aku bisa membantumu untuk mendapatnya.”
DEG..
aku menhentikan langkah kakiku, tersentak.
tapi.. bagaimana pun, aku takut di tolak! Lebih baik kupendam perasaanku ini sendirian..
sudah cukup aku memerhatikannya hanya dari jauh, dan menjadi stalker.. sudah lebih dari cukup bagiku…
tapi.. bagaimana pun, aku takut di tolak! Lebih baik kupendam perasaanku ini sendirian..
sudah cukup aku memerhatikannya hanya dari jauh, dan menjadi stalker.. sudah lebih dari cukup bagiku…
“namja itu? Baiklah.. aku beritahu.. tapi kau jangan kasih tahu siapa-siapa aku memata-matainya selama ini diam-diam! Namanya Cho Kyuhyun. Sudah, kan? Kau puas?.. dan terima kasih sebelumnya atas tawaranmu yang tadi.. tapi sebaiknya tidak usah..”
“
kenapa? Kau takut ditolak ya…?” godanya dengan merekahnya seulas senyum jahil itu. Memang sih, tidak bisa kupungkiri kalau aku takut dengan ‘PENOLAKAN’ nya nanti.. lagi pula untuk apa aku menyatakan perasaan cintaku ini, jika pada akhirnya perasaan cinta ku ini hanya akan jadi bahan ledekan anak satu kampus! Ihh~ aku tidak mau menanggung malu sebesar itu! Lebih baik ku simpan sendiri..
“ya.. bagaimana ya… mungkin lebih baik aku simpan perasaanku ini sendiri saja deh.. kalau toh nanti akhirnya pernyataan cintaku hanya akan dianggap omong kosong, dan olok-olokan bagi anak lainnya..” kuhela nafas berat. Membuat poniku yang tersusun rapi jadi berhembus ke atas.
#KRINGGGGG…
Sudah bel! Aku tidak mau terlanbat dalam kelas Teater Kim seosangnim.. sebaiknya aku cepat-cepat masuk.. “eo? Kibum-ah~ aku masuk kelas dulu ya. sudah masuk nih.. Annyeong~” kulambaikan tanganku sekilas pada Kibum, lalu melihat arlojiku yang sudah menunjukkan pukul 11.23 siang dan berlari menuju ruang kelasku. Memang aku beda kelas dengan Kibum setiap hari selasa, dia mengikuti kelas Matematika di hari selasa, dan aku? Masuk Teater..
#BRUKKKKK…
Kutabrak seseorang yang kebetulan juga sedang berlari. Mungkin karena dia sedang terburu-buru.. “jeoseong habnida..” kubantu orang itu membereskan buku-bukun bawaannya yang jatuh behamburan di sekitar kami. “anio.. jeoseong habnida.. aku yang salah. Aku yang tidak..” namja itu? Cho Kyuhyun? Seseorang yang telah kutabrak ini… Cho Kyuhyun? “maaf Agassi.. maaf sekali lagi, kalau ada kerusakan atau kehilangan.. hubungi saja nomor ini..” aku masih menatap sebuah kartu nama kecil yang sudah tergenggam di genggamanku ini. aku tidak bermimpi kan? Dia bahkan memberikanku kartu namanya… rasanya jika tidak ada orang disini aku ingin berteriak dan meloncat-loncat kegirangan sekarang juga!! Kyaa~
“oh iya. Kim seosangnim…” aku menepuk jidatku!
********
“kenapa teori kita belum dimulai juga seosangnim?” Tanya murid lain di tengah risuhnya kelas dengan suara-suara bisikkan dari siswa/siswi lainnya. Memangnya ada apa sih? Jadi heboh begini.. “sebentar lagi.. tunggu saja sebentar lagi” jawab Kim seosangnim yang masih asyik dengan buku panduan teater yang super-tebal itu. Karena penasaran.. kuputuskan untuk bertanya pada salah satu siswi yang duduk di sebrang mejaku. “psssttt.. memangnya ada apa sih?” Tanyaku setengah berbisik. “ itu lho.. memangnya kau belum tahu? ada murid batu yang bernama Cho Kyuhyun.. katanya sih, dia ganteng!” ohh. Cho Kyuhyun.. WHAT?! Cho Kyuhyun?! Cho Kyuhyun, namja targetku selama ini.. omona~ jantungku mau berheni berdetak rasanya.. seseorang tolong jangan bangunkan aku! Meskipun mungkin hanya mimpi.. dan jangan sadarkan aku jika ini hanyalah hayalan belaka!
“Awww~” kucubit keras-keras lenganku. Sakit! >.<! ternyata ini bukan mimpi atau pun hayalan belaka! Omo eotteohge? Eotteohge?!.
“Annyeong haseyo..
maaf semuanya aku terlambat!” ucap seseorang yang muncul dari belakang panggung. OMO! Itu Kyuhyun!!!! “Kyaa~ tampan sekaliiiiii!!” jerit beberapa yeoja dari belakang. “perkenalkan dirimu..” jawab kim soesangnim yang di susul dengan angguka dari Kyuhyun. “ namaku Cho Kyuhyun, umurku 21 tahun. Jurusan Teknik Design Interior. Senang berkenalan dengan kalian.” Kyaaa~ caranya memperkenalkan dirinya! Caranya member hormat! Caranya tersenyumm!!! Hampir membunuhku!!!!
maaf semuanya aku terlambat!” ucap seseorang yang muncul dari belakang panggung. OMO! Itu Kyuhyun!!!! “Kyaa~ tampan sekaliiiiii!!” jerit beberapa yeoja dari belakang. “perkenalkan dirimu..” jawab kim soesangnim yang di susul dengan angguka dari Kyuhyun. “ namaku Cho Kyuhyun, umurku 21 tahun. Jurusan Teknik Design Interior. Senang berkenalan dengan kalian.” Kyaaa~ caranya memperkenalkan dirinya! Caranya member hormat! Caranya tersenyumm!!! Hampir membunuhku!!!!
“kau bisa duduk di samping Nona Park Jae Jin..” tunjuk Kim seongsaeng kearahku.. Mwo?! Kearahku?! Memang tidak ada satu pun tempat duduk lagi yang tersisa disini. Hanya di tempatku.. itu berarti, aku akan duduk sebangku dengan Kyu? Rasanya ini adalah hari paling membahagiakan bagi seorang stalker sepertiku. Pokoknya aku harus bisa mengontrol diriku jika berdekatan dan berhadapan dengannya! Jangan sampai kedokku terbongkar juga.. dan yang terutama! Konsentrasiku.. jangan sampai buyar dibuatnya!
“hai..” sapanya. Tenang, tenang. Park Jae Jin. Kau harus tenang! Control dirimu..
“hai..” balasku. Kemudian menutupi wajahku dengan berpura-pura membaca buku panduan.
***********
Setelah menjelaskan beberapa materi dan teknik tentang menyanyi dan ber-akting di drama musical. Kim seongsaeng memilih Romeo & Juliette untuk drama musical yang di tampilkan tahun ini. “Park Jae Jin-ssii.”
“ne?” jawabku sigap. “kau akan menjadi Juliette yang akan di pasangkan dengan Cho Kyuhyun sebagai Romeo-nya.. jadi tolong matangkan lagi kemampuan aktingmu.”..
“NE?!”
***********
Selama latihan adegan Romeo & Juliette. Atmosfer di sekitar berubah menjadi canggung. Banyak orang yang juga lebih memilih diam dan memperhatikan kami. Itu membuatku tambah gugup!
“Jae Jin.. kalau latihan yang serius..” bisik Kyu di tengah adegan kami.
‘GLEKK..’
bagaimana ini? aku benar-benar diluar
bagaimana ini? aku benar-benar diluar
control sekarang…
“kita break sebentar..” Break! Harus menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Dengan kostum yang masih menempel di tubuhku, aku berjalan dengan super hati-hati agar tidak tersandung, dan jatuh.
“kau gugup?” Tanya seseoran di belakangku. “ya.. kurang lebih..” ternyata orag itu Kyuhyun. Hening sejenak. Aku duduk di antara puluhan anak tangga dan meneguk minuman isotonic yang disediakan oleh Teater untuk para Kru dan pemain.
***********
Seusai pulang sekolah, kampus sudah sepi. Paling hanya tinggal anak-anak teater lain yang masih berada di kampus. Bagaimana tidak sepi? Ini sudah jam 8 malam!
Aku berjalan menelusuri lorong demi lorong sekolah, dengan gontai dan menguap sesekali.. aku lelah sekalu! Apakah aku harus pulang sendirian di malam gelap dan sepi seperti ini? tapi kenapa.. kepalaku sedikit pusing…
“heiii.. kau tidak apa-apa?” kurasa ada seseorang sedang menopang tubuhku sekarang. Sebelum aku jatuh ke tanah tadi.. tapi benar kepalaku pusing sekali! Mungkin karena aku kelelahan kali, ya?.
“…” aku tidak menjawab orang itu. Pandangan kami terkunci cukup lama.
“eh? Aku? Tidak apa-apa..” aku tidak boleh terlihiat cangung di depan Kyuhyun. Kalau nanti dia tahu aku menyukainya..
“kau benar tidak apa? Wajahmu.. err.. pucat” eh? Benar kah wajahku sepucat itu? Aku memang belum makan dari siang sih.. tapi itu hal biasa bagiku! “tidak apa. Hanya sedikit.. pusing” kataku sambil memegang kepalaku. “kau pulang sendirian?” tanyanya. “iya… sahabatku satu-satunya sudah pulang dari siang tadi.. dia anak jurusan matematika.”
“ohh.. kalau begitu biar kuantar..”

No comments:
Post a Comment