firstly, i wanted to say sorry for all readers..
btw. i moved into my new WP!!! http://daheefanfiction.wordpress.com/
Thursday, March 15, 2012
Saturday, February 4, 2012
Accidently Married Couple (Part 7)
--Part 7—
So Ah hanya bisa diam tanpa berkutik, entah perasaanya bagaimana sekarang. Terlalu shock baginya untuk membuka mulutnya dan berbicara sekarang. Tapi jika ia pikir-pikir lagi, ciuman ini membawa keberuntungan juga, sih.. jadi para Hobae yang sedang mengamuk itu bisa melunak dan lalu pergi meninggalkan mereka. Sementara ciuman hening itu tidak juga kunjung lepas..
Canggung.
Hanya kata itu yang bisa melengkapi bgaiana keadaan mereka saat ini.
“Opphhha..” desahan keluar dari mulutnya. Perasaan antara tekejut dan risih, juga bingung.
“Opphhha..” desahan keluar dari mulutnya. Perasaan antara tekejut dan risih, juga bingung.
--------------
Di taman, Kevin dan So Ah duduk di bangku taman panjang coklat redup. Mereka duduk dengan jarak yang tak terbilang dekat. SO AH duduk di ujung kiri kursi taman, dan Kevin? Diujung kanan kursi itu. “kau masih syok?” Kevin membuka suara. “eh?.. eumm.. anio..” So Ah menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. Kevin hanya terkekeh kecil lalu memperdekat jarak duduknya dengan So Ah.
“Kim So Ah, maukah kau…” So Ah mendongak menatap Kevin dengan tatapan teduh. “menjadi yeojachinguku?”
---------------
Kim So Ah’s POV:
“Kim So Ah, maukah kau…” aku mendongak menatap Kevin Oppa dengan sorot mata tenang dan teduh. “menjadi yeoja chinguku?” MWO?! Aku membulatkan mataku… Apa yang harus kulakukan? Kalau aku menolaknya.. pasti dia akan menanyakan ‘kenapa aku harus menolaknya?’ terus nanti aku bakalan jawab apa? Kalau aku bilang ‘Iya’, aku kan sudah punya namjachingu.. eh bukan! Nampyeon (*suami) malahan!
“ne?!” kuharap tadi aku salah dengar..
tapi kemudian dia berlutut di depanku yang masih terduduk dan hanya bisa melongo menyaksikan aksinya.. Kevin Oppa meraih kedua tanganku, “ku tegaskan sekali lagi.. Kim So Ah, mau kah kau menjadi yeoja-chinguku?” sorot matanya.. sorot matanya yang teduh membuat otakku berhenti berpikir.. sorot mata yang kurindukan, tapi bukan untuk sebagai NAMJA CHINGU, tapi hanya sebagai seorang OPPA..
tapi kemudian dia berlutut di depanku yang masih terduduk dan hanya bisa melongo menyaksikan aksinya.. Kevin Oppa meraih kedua tanganku, “ku tegaskan sekali lagi.. Kim So Ah, mau kah kau menjadi yeoja-chinguku?” sorot matanya.. sorot matanya yang teduh membuat otakku berhenti berpikir.. sorot mata yang kurindukan, tapi bukan untuk sebagai NAMJA CHINGU, tapi hanya sebagai seorang OPPA..
“Sudah terima saja!!” teriak seseorang dari kejauhan.. sontak aku dan Kevin Oppa memusatkan pandngan kami pada seseorang yang sedang berjalan menghampiri.. “terima saja..”
“Kisseop sunbae? Dan…” itu seniorku sekaligus pemandu acting di teater kami. Lee Kisseop. Dan satu lagi.. sepertinya aku kurang mengenalnya. “Shin SooHyun” kata namja itu lalu menjabat tanganku. “ne..” kenapa aku jadi salah tingkah begini sih?
“jadi bagaimana?” lanjut Kevin Oppa. Aku tahu ini gila, tapi aku harus melakukan ini! demi menjaga satusku.. “baiklah.. I do..”
Kevin’s POV:
“jadi bagaimana?” lanjutku. Aku deg deg-an setengah mati menunggu jawabannya. “Baiklah, Oppa.. I do” Mwo?! Dia.. dia mau mejadi yeoja chinguku?! Kurasa air mukaku sekarang sudah berubah menjadi semburat ekspresi wajah yang senang dan berseri-seri… “Gomawoyo So-ya..” kupeluk dia erat-erat. Bisa kurasakan dia membalas pelukanku..
“ehm ehm..” kulepas pelukan eratku yang mungkin sudah berlangsung hampir 2 menit.. lalu melirik kerah Kisseop dan SooHyun hyung yang sedang menyembunyikan kekehan kecil mereka. “sepertinya kami mengganggu, ya?” Tanya Soo Hyun Hyung.. aku hanya bisa bersalah tingkah dan menggaruk-garuk keningku lembut. “kalau begitu kami permisi dulu ya.. silahkan lanjutkan adegan mesranya.. selamat bersenang-senang!” Kisseop menyeret soohyun hyung dan terkekeh pelan.
------------
“bisakah kau temani aku ke suatu tempat pulang sekolah ini?” tanyaku pada So Ah yag sedang sibuk memindahkan peralatan panggung kesana-kemari. “tentu…” jawabnya singkat sambil tersenyum singkat kearahku. “biarku bantu.” Kuambil sebagian barang-barang berat itu dari tangannya. “aigoo aigoo~ berat sekali.. bagaimana bisa kau membawa benda-benda berat ini? sendirian pula..” cerewetku. Kulihat ia hanya terkekeh kecil. Lalu aku memutuskan seterusnya membantunya..
-End of Kevin’s POV-
“sebenarnya kau inigin membawaku kemana sih, Oppa?” Tanya So Ah sambil memperhatikan pemandangan sekeliling. “ Ke pantai..” kutatap sebentar matanya lalu ku fokuskan kembali pandanganku ppada jalan lurus yang penuh dengan pasir ini. “ Mwo?! Pantai?! Kenapa kau tidak bilang dulu..” aigoo~ lucu sekali dia itu!
“kalau aku bilang dulu nanti kurang seru!” kucubit pipinya pelan. “ tapi kan aku gak bawa baju ganti. Kalau basah gimana?”
“pakai baju Deanna noona saja..” untung ada baju salin Deanna noona yang tertinggal di bagasi belakang. Jadi tidak ada alasan lagi baginya untuk menolakku! “baiklah.. as you wish, Oppa” ia menarik nafasnya panjang.
“Sudah sampai!!!!” aku turun dari mobil. Dengan tenangnya aku membentangkan kedua tanganku ke samping, dan mendongakkan wajahku.. kuhirup dalam-dalam udara pantai yang bau basah..
Gelombang pasang ombak dan kicauan burung di sore hari ini..
sungguh seakan menyambut kedatangan kami.
sungguh seakan menyambut kedatangan kami.
-End of Kevin’s POV-
- Kim So Ah’s POV-
Wuaaa~ Bada!(*pantai) sudah lama sekali aku tidak kepantai. Bersama Kevin Oppa maksudnya! Kalau sama Kibum? Waktu bulan madu saja pemandangan kami hanya PANTAI dan PANTAI! “ eollaemanieyo…” aku ikut keluar dari mobil dan berdiri setengah menyandarkan sikutku.
“eumm.. rasanya sudah lama sekali!” balas Kevin Oppa yang masih sibuk memandangi pemandangan keindahan pantai disaat petang. Kulepas kedua sepatukku yang masih terpasang kuat di kakiku. “Oppa kejar aku!” ku lempar bola pasir basah. Dan.. PLOKKKKKK! Strike! Tepat diarah wajahnya!
“YAAA!!! Kim So Ah! tunggu pembalasanku!!!” ia mengejarku! Haha.. kaburrrrr
**********
“Gomawoyo, Oppa!”
selaku di tengah kesibukan kami. Kesibukan? Haha.. kami sedang berbaring di tengah ribuan butiran pasir untuk menyaksikan sunset.. menyenangkan bukan? “untuk apa?” jawabnya santai. “segalanya..” ia menoleh pelan kearahku.. “bailah.. kuterima.. hahaha”
selaku di tengah kesibukan kami. Kesibukan? Haha.. kami sedang berbaring di tengah ribuan butiran pasir untuk menyaksikan sunset.. menyenangkan bukan? “untuk apa?” jawabnya santai. “segalanya..” ia menoleh pelan kearahku.. “bailah.. kuterima.. hahaha”
“Aigoo~ matahari sudah setengah tenggelam… hari akan mulai gelap. Kita pulang habis matahari terbenam, oke?” jelas Kevin Oppa lagi.. entah, aku masih tidak tega. Aku masih merasa mengkhianatinya.. aku sama sekali tidak mencintainya sebagai NAMJA CHINGU tapi hanya sebatas.. OPPA.
***********
@Kevin’s Car
“Oppa terima kasih telah mengantarku… dan juga terima kasih atas ajakan jalan-jalanmu tadi. Stress dan penatku serasa lenyap seketika…”
“ah.. aku yang ahrusnya berterima kasih padamu karena sudah mau menemaniku ke pantai itu. Jadi aku tidak perlu kesana dengan tangan kosong, dan sendirian lagi…” tangan kosong? Aku tidak mengerti..
“Tangan kosong?” ulangku. Aku memang tidak mengerti. Tangan kosong? Setahuku sedari tadi ia tidak membawa apa-apa. “iya. Karena setiap aku ingin pergi ke tempat itu. Aku akan selalu mengajakmu dan menggenggam tanganmu.. jadi tanganku tidak akan terasa kosong lagi..” ya tuhan! Rasanya aku semakin bersalah.. jika saja aku belum meni—ani! Ani! Kim So Ah! jangan berpikiran yang macam-macam! So Ah pabo!
Ku pasang senyum tipis nan miris.
‘Mianhaeyo, Oppa..’ batinku.
‘Mianhaeyo, Oppa..’ batinku.
***********
“Gomawo Oppa..” Kevin Oppa mengantarku sampai depan rumah. “ne.. besok kita bertemu lagi.. Annyeong~” Kevin Oppa perlahan menuutup kaca mobil otomatisnnya lalu pergi meninggalkanku. “Annyeong~” ku lambaikan sebelah tanganku pada mobil Oppa yang kian menjauh.. “hfttt..” kuhela nafas berat dan kemudian masuk ke dalam rumah..
KLEK..
Kuputar gagang pintu depan rumahku.
“Bisa jelaskan padaku apa yang dimaksudkan dengan ini?” Kibum? Jelaskan apa? Kupungut satu kertas kecil, yang terlihat seperti..
“Bisa jelaskan padaku apa yang dimaksudkan dengan ini?” Kibum? Jelaskan apa? Kupungut satu kertas kecil, yang terlihat seperti..
“foto?” selaku. Kulihat foto itu. Fotoku sedangberciuman bersama Kevin Oppa di koridor kampus tadi siang.. “kenapa bisa menjadi seperti ini?..” tanyanya dengan nada yang dingin. Kutatap foto itu dan Kibum bergantian, otakku masih sulit untuk mencerna semua yang terjadi padaku hari ini. pertama, aku hampir kehilangan nyawaku karena ulah fans fanatic Kibum, kedua, tanpa berpikir panjang aku bisa saja menerima permintaan yang ‘Aneh’ untuk menjadi yeojachingu Kevin Oppa, dan sekarang.. ketiga. Kibum cemburu padaku?
“ kenapa bisa..”
“justru aku yang mau Tanya ke kamu kenapa bisa begini? Kim So Ah! seharusnya kau sadar karena kau telah menjadi istri orang sekarang! Dan.. bisa-bisanya kau mencium namja lain. Kau bilang kau dan Kevin hanya sekedar teman? Tapi ini yang kau bilang teman?..” dilemparkannya kembali beberapa sisa lembaran-lembaran foto yang berisikan kegiatanku bersama Kevin. Aku masih tidak bisa mencerna semua kejadian ini.. kejadian hari ini begitu naas.. “ Beginikah caramu berteman Kim So Ah?! BEGINI?!” bentak Kibum.
“justru aku yang mau Tanya ke kamu kenapa bisa begini? Kim So Ah! seharusnya kau sadar karena kau telah menjadi istri orang sekarang! Dan.. bisa-bisanya kau mencium namja lain. Kau bilang kau dan Kevin hanya sekedar teman? Tapi ini yang kau bilang teman?..” dilemparkannya kembali beberapa sisa lembaran-lembaran foto yang berisikan kegiatanku bersama Kevin. Aku masih tidak bisa mencerna semua kejadian ini.. kejadian hari ini begitu naas.. “ Beginikah caramu berteman Kim So Ah?! BEGINI?!” bentak Kibum.
Kemudian setelah itu, keheningan bertamu dan kensunyian pun singgah diantara kami. Tidak ada satu pun dari kami yang berniat membuka mulut. Situasi inilah.. situasi inilah yang paling kubenci. “Sebaiknya kita bercerai..” ucapku perlahan. Kibum menatapku dengan mata terbelalak. “kalau tahu jadinya akan seperti ini.. lebih baik kita bercerai..”
“….” Hening. Ia tidak menjawab. Akan kuartikan heningan itu dengan jawaban setuju. “pertama, sebelum kita bercerai.. aku ingin menjelaskan semuanya padamu..” kuhela nafas berat lalu menatapnya dengan tatapan sendu. “Kevin Oppa menciumku karena ingin menyelamatkanku dikerumunan fans fanatikmu yang hendak membunuhku dengan..” kuhela kembali nafas berat. Sebisa mungkin kutahan air mataku untuk tidak menetes. “ dan asal kau tahu.. aku tidak ingin menyakitimu seperti ini. hanya ingin.. maaf. Aku tidak berpikir panjang waktu itu. ..” ucapku lirih. “aku akan membayar dendanya.. berapapun yang kau mau.” Kulihat ia masih sama sekali tak bergeming. Masih tetap pada sorotan dan pandangan matanya yang kosong.
“Baiklah jika itu maumu..” ujarnya pasrah. Baiklah.. kukira ini adalah cara yang terbaik untuk kita semua..
Aku langsung naik keatas dan masuk kekamarku, kukunci kamarku rapat-rapat.
‘Hikss.. Hikss’ suara isak tangisku mulai pecah. “Kenapa disini rasanya sakit sekali?” tanyaku pada diriku sendiri sambil memukul-mukul dadaku pelan.
‘Hikss.. Hikss’ suara isak tangisku mulai pecah. “Kenapa disini rasanya sakit sekali?” tanyaku pada diriku sendiri sambil memukul-mukul dadaku pelan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
In The Other Side.
Kibum’s POV:
Kenapa dia bisa berkata ‘cerai’ seenteng itu? Tidak kah dia menyadari kalau aku mencintainya? Aku mulai mencintainya.. entah sejak kapan. Dan kusadari juga.. bahwa aku sedang patah hati sekarang.
Saturday, January 14, 2012
The Way To Love You
--The Way To Love You—
Main Cast:
Park Jae Jin
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Genre:
Romance
Friendship
(mau tahu lagi? Baca sendiri ya.. yang jelas FF ini bebas dari YADONG!)
Friendship
(mau tahu lagi? Baca sendiri ya.. yang jelas FF ini bebas dari YADONG!)
Author:
KKH_97
Author’s Note:
Fanfiction ini 100% milikku! Plot, latar, dan Main castnya kali ya? XD hihihi
SAY NO TO PLAGIATORS aja deh… kalo yang ngerasa lebih baik pergi jauh-jauh!
SAY NO TO PLAGIATORS aja deh… kalo yang ngerasa lebih baik pergi jauh-jauh!
*GO AWAY PLAGIATORS
*********
Kuperhatikan dari jauh sosok seorang namja yang tengah duduk di bangku taman kampus kami dengan segelas kopi terenggam di tangannya. Sesekali ia menyeruput kopi yang kelihatannya masih hangat itu.
Hatiku berdebar sangat kencang setiap kali aku mengingat sosok namja itu. Hanya mendengar namanya saja, sudah membuatku mabuk di kepayang. Apalagi saat berada di dekatnya. Bisa membuatku mati! Jantungku sering kali berdetak saking cepatnya diatas kecepatan detak jantung pada umumya!
“ Sedang apa kau?”
“Omo~ ya ampun… ya ampun! Kim Kibum! Kau hampir membuatku mati tahu!” ya ampun! Anak itu! Kenapa dia muncul tiba-tiba di belakangku dengan wajah menyeramkan itu! Ekspresinya… Pokoknya berhasil membuat jantungku hampir copot di tempat. Kuelus-elus dadaku juga menepuk-nepuknya! Memang sih.. kejadian misterius tentang tiba-tiba munculnya sosok sahabat anehku yang satu ini bukan yang pertama kalinya. Tapi tetap saja aku kaget terus!
“Omo~ ya ampun… ya ampun! Kim Kibum! Kau hampir membuatku mati tahu!” ya ampun! Anak itu! Kenapa dia muncul tiba-tiba di belakangku dengan wajah menyeramkan itu! Ekspresinya… Pokoknya berhasil membuat jantungku hampir copot di tempat. Kuelus-elus dadaku juga menepuk-nepuknya! Memang sih.. kejadian misterius tentang tiba-tiba munculnya sosok sahabat anehku yang satu ini bukan yang pertama kalinya. Tapi tetap saja aku kaget terus!
“stt.. nanti celaka kalau dia melihatku!” kutaruh satu jariku di depan mulutku, mengisyaratkan untuk diam.. kembali kualihkan pandangan mataku kearah namja itu yang…
“Lho?! Kemana namja itu?” kemana namja itu? Tidak kutemukan jejak-jekaknya sama sekali di bangku taman. Kemana ya kira-kira dia? Ahh~ palingan juga masuk ke kelas..
“ya sudahlah.. mungkin dia sudah masuk ke kelasnya kali..” gumamku kecil. Kubenarkan posisi berddiriku lalu mengencangkan tas selempangku. “sebenarnya siapa sih yang kuintai dank au cari selama ini Park Jae Jin?” Tanya Kibum yang ikut berjalan di sampingku.
“pokoknya seseorang yang kuidolakan selama ini! bukan urusanmu siapa orang itu..” seperti biasanya..Kibum ini memang sok tahu! Maunya itu thu urusan orang..
“tapi memangnya apa salahnya jika aku mengetahuinya? Aku kan sahabatmu.. dan mungkin! Aku bisa membantumu untuk mendapatnya.”
“tapi memangnya apa salahnya jika aku mengetahuinya? Aku kan sahabatmu.. dan mungkin! Aku bisa membantumu untuk mendapatnya.”
DEG..
aku menhentikan langkah kakiku, tersentak.
tapi.. bagaimana pun, aku takut di tolak! Lebih baik kupendam perasaanku ini sendirian..
sudah cukup aku memerhatikannya hanya dari jauh, dan menjadi stalker.. sudah lebih dari cukup bagiku…
tapi.. bagaimana pun, aku takut di tolak! Lebih baik kupendam perasaanku ini sendirian..
sudah cukup aku memerhatikannya hanya dari jauh, dan menjadi stalker.. sudah lebih dari cukup bagiku…
“namja itu? Baiklah.. aku beritahu.. tapi kau jangan kasih tahu siapa-siapa aku memata-matainya selama ini diam-diam! Namanya Cho Kyuhyun. Sudah, kan? Kau puas?.. dan terima kasih sebelumnya atas tawaranmu yang tadi.. tapi sebaiknya tidak usah..”
“
kenapa? Kau takut ditolak ya…?” godanya dengan merekahnya seulas senyum jahil itu. Memang sih, tidak bisa kupungkiri kalau aku takut dengan ‘PENOLAKAN’ nya nanti.. lagi pula untuk apa aku menyatakan perasaan cintaku ini, jika pada akhirnya perasaan cinta ku ini hanya akan jadi bahan ledekan anak satu kampus! Ihh~ aku tidak mau menanggung malu sebesar itu! Lebih baik ku simpan sendiri..
“ya.. bagaimana ya… mungkin lebih baik aku simpan perasaanku ini sendiri saja deh.. kalau toh nanti akhirnya pernyataan cintaku hanya akan dianggap omong kosong, dan olok-olokan bagi anak lainnya..” kuhela nafas berat. Membuat poniku yang tersusun rapi jadi berhembus ke atas.
#KRINGGGGG…
Sudah bel! Aku tidak mau terlanbat dalam kelas Teater Kim seosangnim.. sebaiknya aku cepat-cepat masuk.. “eo? Kibum-ah~ aku masuk kelas dulu ya. sudah masuk nih.. Annyeong~” kulambaikan tanganku sekilas pada Kibum, lalu melihat arlojiku yang sudah menunjukkan pukul 11.23 siang dan berlari menuju ruang kelasku. Memang aku beda kelas dengan Kibum setiap hari selasa, dia mengikuti kelas Matematika di hari selasa, dan aku? Masuk Teater..
#BRUKKKKK…
Kutabrak seseorang yang kebetulan juga sedang berlari. Mungkin karena dia sedang terburu-buru.. “jeoseong habnida..” kubantu orang itu membereskan buku-bukun bawaannya yang jatuh behamburan di sekitar kami. “anio.. jeoseong habnida.. aku yang salah. Aku yang tidak..” namja itu? Cho Kyuhyun? Seseorang yang telah kutabrak ini… Cho Kyuhyun? “maaf Agassi.. maaf sekali lagi, kalau ada kerusakan atau kehilangan.. hubungi saja nomor ini..” aku masih menatap sebuah kartu nama kecil yang sudah tergenggam di genggamanku ini. aku tidak bermimpi kan? Dia bahkan memberikanku kartu namanya… rasanya jika tidak ada orang disini aku ingin berteriak dan meloncat-loncat kegirangan sekarang juga!! Kyaa~
“oh iya. Kim seosangnim…” aku menepuk jidatku!
********
“kenapa teori kita belum dimulai juga seosangnim?” Tanya murid lain di tengah risuhnya kelas dengan suara-suara bisikkan dari siswa/siswi lainnya. Memangnya ada apa sih? Jadi heboh begini.. “sebentar lagi.. tunggu saja sebentar lagi” jawab Kim seosangnim yang masih asyik dengan buku panduan teater yang super-tebal itu. Karena penasaran.. kuputuskan untuk bertanya pada salah satu siswi yang duduk di sebrang mejaku. “psssttt.. memangnya ada apa sih?” Tanyaku setengah berbisik. “ itu lho.. memangnya kau belum tahu? ada murid batu yang bernama Cho Kyuhyun.. katanya sih, dia ganteng!” ohh. Cho Kyuhyun.. WHAT?! Cho Kyuhyun?! Cho Kyuhyun, namja targetku selama ini.. omona~ jantungku mau berheni berdetak rasanya.. seseorang tolong jangan bangunkan aku! Meskipun mungkin hanya mimpi.. dan jangan sadarkan aku jika ini hanyalah hayalan belaka!
“Awww~” kucubit keras-keras lenganku. Sakit! >.<! ternyata ini bukan mimpi atau pun hayalan belaka! Omo eotteohge? Eotteohge?!.
“Annyeong haseyo..
maaf semuanya aku terlambat!” ucap seseorang yang muncul dari belakang panggung. OMO! Itu Kyuhyun!!!! “Kyaa~ tampan sekaliiiiii!!” jerit beberapa yeoja dari belakang. “perkenalkan dirimu..” jawab kim soesangnim yang di susul dengan angguka dari Kyuhyun. “ namaku Cho Kyuhyun, umurku 21 tahun. Jurusan Teknik Design Interior. Senang berkenalan dengan kalian.” Kyaaa~ caranya memperkenalkan dirinya! Caranya member hormat! Caranya tersenyumm!!! Hampir membunuhku!!!!
maaf semuanya aku terlambat!” ucap seseorang yang muncul dari belakang panggung. OMO! Itu Kyuhyun!!!! “Kyaa~ tampan sekaliiiiii!!” jerit beberapa yeoja dari belakang. “perkenalkan dirimu..” jawab kim soesangnim yang di susul dengan angguka dari Kyuhyun. “ namaku Cho Kyuhyun, umurku 21 tahun. Jurusan Teknik Design Interior. Senang berkenalan dengan kalian.” Kyaaa~ caranya memperkenalkan dirinya! Caranya member hormat! Caranya tersenyumm!!! Hampir membunuhku!!!!
“kau bisa duduk di samping Nona Park Jae Jin..” tunjuk Kim seongsaeng kearahku.. Mwo?! Kearahku?! Memang tidak ada satu pun tempat duduk lagi yang tersisa disini. Hanya di tempatku.. itu berarti, aku akan duduk sebangku dengan Kyu? Rasanya ini adalah hari paling membahagiakan bagi seorang stalker sepertiku. Pokoknya aku harus bisa mengontrol diriku jika berdekatan dan berhadapan dengannya! Jangan sampai kedokku terbongkar juga.. dan yang terutama! Konsentrasiku.. jangan sampai buyar dibuatnya!
“hai..” sapanya. Tenang, tenang. Park Jae Jin. Kau harus tenang! Control dirimu..
“hai..” balasku. Kemudian menutupi wajahku dengan berpura-pura membaca buku panduan.
***********
Setelah menjelaskan beberapa materi dan teknik tentang menyanyi dan ber-akting di drama musical. Kim seongsaeng memilih Romeo & Juliette untuk drama musical yang di tampilkan tahun ini. “Park Jae Jin-ssii.”
“ne?” jawabku sigap. “kau akan menjadi Juliette yang akan di pasangkan dengan Cho Kyuhyun sebagai Romeo-nya.. jadi tolong matangkan lagi kemampuan aktingmu.”..
“NE?!”
***********
Selama latihan adegan Romeo & Juliette. Atmosfer di sekitar berubah menjadi canggung. Banyak orang yang juga lebih memilih diam dan memperhatikan kami. Itu membuatku tambah gugup!
“Jae Jin.. kalau latihan yang serius..” bisik Kyu di tengah adegan kami.
‘GLEKK..’
bagaimana ini? aku benar-benar diluar
bagaimana ini? aku benar-benar diluar
control sekarang…
“kita break sebentar..” Break! Harus menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Dengan kostum yang masih menempel di tubuhku, aku berjalan dengan super hati-hati agar tidak tersandung, dan jatuh.
“kau gugup?” Tanya seseoran di belakangku. “ya.. kurang lebih..” ternyata orag itu Kyuhyun. Hening sejenak. Aku duduk di antara puluhan anak tangga dan meneguk minuman isotonic yang disediakan oleh Teater untuk para Kru dan pemain.
***********
Seusai pulang sekolah, kampus sudah sepi. Paling hanya tinggal anak-anak teater lain yang masih berada di kampus. Bagaimana tidak sepi? Ini sudah jam 8 malam!
Aku berjalan menelusuri lorong demi lorong sekolah, dengan gontai dan menguap sesekali.. aku lelah sekalu! Apakah aku harus pulang sendirian di malam gelap dan sepi seperti ini? tapi kenapa.. kepalaku sedikit pusing…
“heiii.. kau tidak apa-apa?” kurasa ada seseorang sedang menopang tubuhku sekarang. Sebelum aku jatuh ke tanah tadi.. tapi benar kepalaku pusing sekali! Mungkin karena aku kelelahan kali, ya?.
“…” aku tidak menjawab orang itu. Pandangan kami terkunci cukup lama.
“eh? Aku? Tidak apa-apa..” aku tidak boleh terlihiat cangung di depan Kyuhyun. Kalau nanti dia tahu aku menyukainya..
“kau benar tidak apa? Wajahmu.. err.. pucat” eh? Benar kah wajahku sepucat itu? Aku memang belum makan dari siang sih.. tapi itu hal biasa bagiku! “tidak apa. Hanya sedikit.. pusing” kataku sambil memegang kepalaku. “kau pulang sendirian?” tanyanya. “iya… sahabatku satu-satunya sudah pulang dari siang tadi.. dia anak jurusan matematika.”
“ohh.. kalau begitu biar kuantar..”
Monday, January 9, 2012
Accidently Married Couple (Part 6)
Accidently Married Couple
Title :
- Accidently Married Couple
Main Cast:
- Kim So Ah
- Kim Ki Bum
- Kevin Woo
Author:
@KKH_97
TBC...
*******************
Hayo lho? siapa tuh?! gimana kelanjutannya?
nanti kita buka di Part 7, oke?
Title :
- Accidently Married Couple
Main Cast:
- Kim So Ah
- Kim Ki Bum
- Kevin Woo
Author:
@KKH_97
---Part 6----
“memang ada yang aneh kalau aku berjalan-jalan bersama Kevin Oppa? Lagi pula aku sudah terlanjur rindu padanya..” kulangkahkan langkah kakiku menuju dapur dan segera menaruh es krim di box lingkaran besar itu. Lumayan.. buat jadi cemilan besok.
“tentu saja! Secara kau sudah menjadi istri orang lain, dan sekarang kau keluar bersenang-senang dengan namja lain selain aku, dan pulang hingga tengah malam seperti ini!? suami mana yang tidak marah?” ohh~ dia cemburu rupanya! Aku terkekeh kecil menahan tawaku. Lalu kemudian.. “BUAHAHAHAHAHA..” tawaku pecah seketika memenuhi segala sudut ruangan apartemen kami. Bagaimana aku tidak tertawa melihat tingkah lakunya yang seperti ini? “ jadi kau cemburu rupanya?..” tanyaku. Aduh~ rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk menahan ini! perutku sakit sekali karena menahan tawaku. “ a-ani.” Cih~ sekarang dia membalikkan badannya padaku?jadi dia marah nih? “hey.. bilang saja kau cemburu! Katakana padaku yang sejujurnya! Sampai mengungkit-ungkit suami-istri segala..” kurangkulkan kedua lenganku diatas bahunya.
“aishh~ sudahlah jangan marah.. eummm?” kucoba mengeluarkan jurus andalahku, yaitu Puppy Eyes.. ini memang kadang bekerja sih..
“baiklah, baiklah..” YES! Tuh kana pa ku bilang? Ampuh kan?
“tapi karena kau nakal kau harus mendapat hukuman dariku!” cetusnya dengan senyuman nakal, diangkatnya sebelah alisnya.. dia memang kelihatan sedikit … err… menggoda sih.. *blush*
“tapi karena kau nakal kau harus mendapat hukuman dariku!” cetusnya dengan senyuman nakal, diangkatnya sebelah alisnya.. dia memang kelihatan sedikit … err… menggoda sih.. *blush*
“mau menggodaku?”tanyaku setengah terkekeh.
“kalau iya, bagaimana?” ish~ jinjja! Namja ini!
“YAA!! MWOLHANEUNGOYA?!” teriakku reflek ketika Kibum mengangkat tubuhku dan menaiki tangga ke lantai atas dengan menggendongku ala bridal style.
#CKLEK..
Kibum mendorong kecil pintu bermaksud untuk menutupnya. Di rebahkan tubuhku diatas kasur berukuran king-size. Perlahan dia mendekatkan wajah serta tubuhnya kearahku.. “Mw-Mwo.. apa yang kaulakukan?!” reflek aku mundur, perkataanku saja sampai terbata-bata seperi ini! sebenarnya apa yang INGIN dia lakukan, huh?
“….” Tidak ada jawaban kata-kata. Hanya ada gerakan tubuhnya yang semakin lama semakin mendekat.. dan.. OMO! Baru kusadari jarak wajah kami tinggal kalau dihitung-hitung.. 5 cm lagi!
“ ja-jangan macam-macam..” kusilangkan kedua lenganku di atas bahuku. “cih.. siapa juga yang berniat ‘memacam-macami’ mu itu? Aku hanya ingin..”
CHU~
dia melumat bibirku lembut dan dalam.. setelah beberapa detik kami berciuman, ciuman dan lumatan bibirnya berubah menjadi ciuman penuh nafsu dan kasar..
Di dorongnya tubuhku menjadi posisi tidur di kasur. Oh My God! Apa yang kami lakukan lakukan? Dan yang paling gilanya.. aku sama sekali TIDAK MENOLAK atas perlakuannya kali padaku.
“jangan begitu!” aku kembali sadar dari mabuk-kepayangku. “tunggu sampai kita lulus! Atau setidaknya kenaikan kelas!” jelasku tegas. Terlihat jelas raut wajah ke-kecewaanya. Tapi yahh.. mau bagaimana lagi? Kalau kami melakukan ‘itu’ sekarang dan nanti aku hamil di tengah jalan (?) bagaimana? apa kta teman sesekolahku nanti?
“kalau nanti aku hamil di tengah jalan apa kata teman sesekolah kita nanti? Dan belum lagi nanti aku bisa dibunuh pelan-pelan sama Fansmu itu! Ihh~ menyeramkan..” aku berdengik ngeri..
Kibum serentak menjauhkan badannya dari badanku. Badannya terhempas ke atas tempat tidur di sebelahku. Fiuhhh.. tadi itu! Hampir sekali!! “tapi kau menyukainya, kan?” dia mengeluarkan smirk khasnya. Hah? Tidak salah dengar? Menyukainya? “tidak..” jawabku sembari membuang mukaku kearah lain. Tapi memang benar sih, rasanya ada sisi lain dari diriku yang tidak menolak untuk melakukannya. HAH?! Apa yang kupikirkan?! “ tapi kau tidak menolaknya kan?” kibum memelukku dari belakang.
*DEG*
Bagaimana dia bisa tahu itu? “ lebih baik aku mandi sekarang..” kulepaskan pelan pelukannya, mencoba untuk menghindarinya. “jangan menghindariku, chagiya..” apa? Chagiya? Siapa yang dia sebut chagiya itu? “ tidak aku tidak menghindarimu. Hanya ingin mandi.. rasanya gerah..” tanganku meraih handuk berwarna cream dan mencantolkannya ke bahuku. “gerah?” aku tidak menggubrisnya. Hanya berlalu masuk ke kamar mandi.
*CKLEK
Kututup pintu kamar mandi pelan, kutemukan dirinku sudah bertatap-tatapan dengan kaca rias besar yang menutupi hampir satu sisi dinding. Ku toleh kecil wajahku ke kanan dan ke kiri. “biasanya Ina yang akan menguncirkan rambutku jika aku sedang menggosok gigiku..” eittss! Tahan Kim So Ah! jangan menangis lagi.. Ina tidak selamanya pergi darimu! Kalian masih bisa tetap berhubungan meskipun dari jarak yang terbilang sangat jauh! Korea-Amerika.
******
*KLEK
Kututup kembali pintu kamar mandi. Segar sekali rasanya setelah selesai mandi. “Kibum kau tidak ma—“ kata-kataku terhenti seketika meliihat Kibum yang tengah tertidur pulas.
“kau sudah tidur?” tanyaku. Kududuk disampingnya, mengelus keningnya. Tidak ada
jawaban.. ternyata dia sudah bernar-benar tertidur..
“lebih baik aku mengirim e-mail pada Ina. Rasanya sudah seperti setahun tidak bertemu..” gumamku pada diriku sendiri. Kuraih laptop putihku di meja belajarku,
Password : ***********
Ina-ya.. bogoshippeo..
Kau tahu berapa lama rasanya berpisah denganmu hari ini? rasanya sudah seperti setahun! Padahal aku baru menyadari aku baru berpisah denganmu pagi tadi. Bagaimana keadaanmu disana? Kau sudah sampai kan? Kau selamatkan? Hehehe.. sering-sering kirim surat ya.. kirim juga fotomu..
Neo ui saranghaneun chingu.. (*ur lovely bestfriend)
XOXO ^^V
“send’’ gumamku pelan..
“ semoga besok pagi sudah ada e-mail masuk darimu ya. Ina-ya~ jeongmal bogoshippeoyo..” gumamku pelan. Kuletakkan laptopku diatas dashbor kecil di samping. Kuperosotkan tubuhku berubah menjadi posisi tiduran. Kutaatap wajah kibum yang sedang tertidur.. sangat polos bagaikan bayi yang tanpa dosa. Tapi kalau wajahnya saat lagi tersadar.. Ishh~ nakal!
Seulas senyum tersirat di wajahku, kutelusuri lekukan-lekukan dan garis-garis wajahnya,
dari mulat kening.. sampai berhenti di.. bibirnya..
“segitu menawannya kah aku?” Apa?! Dia belum tidur?! Kenapa dia pura-pura tidur? Mau mengerjaiku ternyata huh?
“anio..” kubalikkan tubuhku darinya. Menarik selimutku sampai semua badanku telah tenggelam dalam selimut.
*******
Keesokan harinya….
“Ya! Kibum-ah~ ireona!! Kau mau kita terlambat masuk sekolah?” kusenggol-senggol kecil sikutnya, ya memang. Orang ini—Kibum—kalau sudah tidur, pasti suah jika ingin dibangunkan kembali.. “eummhhh… sebentar lagi…” Kibun hanya menggeliat dan kemudian berbalik memunggungiku. Aish! Anak ini! enaknya kupakai cara apa ya untuk membangunkannya? “cium aku.. baru aku akan menurutimu untuk bangun! Ppalii~” apa-apaan dia? Cium? Morning kiss maksudnya? “ya! Kau ini memanfaatkan kesempatanmu!” kujitak keras kepalanya. “aww~s akit tahu!” kibum mengelus-elus pelan kepalanya.
Mungkin sakit karena jitakanku terlalu keras.. kekekeke “yasudah kalau tidak mau menciumku. Biar kau telat dan dimarahi seosangnim nantinya!”
“eittsss.. mana boleh begitu! Yasudah yasudah! Tapi di pipi saja ya?” kudekatkan wajahku perlahan ke pipinya. Namun ia berbalik, dan..
CHU~
Kyaaa~ tidak sengaja aku mencium bibirnya! Ya tuhan! Anak tengil ini! mesum sekali
>,<.
“YAAAAA!!! Kenapa kau membalikkan wajahmu!!!!?” tanyaku keras sambil mengusap-ngusap bibirku dengan handuk yang masih tercantol di bahuku. “ lagian kamu percaya aja sih sama aku! Gini deh akibatnya!” ia beranjak kabur, lebih tepatnya ngacir untuk mengindari lembaran bantalku. “aishh~ anak ini! kapan dia akan mulai dewasa sih?” decakku kesal. Tapi.. kalau diingat-ingat lagi.. ciuaman tadi.. ANIYA ANIYA! Bicara apa kau ini So Ah-ya?!
*******
“hari ini kita berangkat bersama..” jelas Kibum disela-sela sarapan pagi kami. “eh? Bukannya kita harus berangkat terpisah? Nanti apa yang dikatakan orang-orang jika kita berangkat bersama?” tanyaku setengah kaget. “memangnya kenapa? Kau malu menjadi istriku?”
Aku hanya diam. Diam karena ingin memikirkan jawaban apa yang akan ku lontarkan untuk menjawabnya. Kalau aku bilang ‘Iya’ nanti dia sakit hati, dan lagian aku juga tidak malu kok menjadi istrinya. Tappi kalau aku bilang ‘Tidak’ nanti dia kepedean lagi…
“sudahlah akui saja.. kau senang bukan menjadi istriku?” ledeknya. Kusembunyikan wajahku yang sduah mulai memerah ini. tapi yahh~ mau bagaimana lagi ya? Memang yang namanya perasaan tidak mungkin bisa disembunyikan. Apa lagi erasaan suka atau.. er.. cinta?
“aku mau berangkat duluan..” buru-buru kuambil tas selempangku yang tergantung di bahu kursi. “ya! Mau kemana kau? Sudah bilang kita akan berangkat bersama hari ini! masih belum mengerti?” dia menyusulku. Kuhentikan langkahku sejenak, lalu menatapnya. “ kau.. kalau ada fansmu nanti aku bisa mati di cincang oleh mereka! Kan aku sudah pernah bilang sebelumnya!” teriakku tiba-tiba. Sontak Kibum memundurkan wajahnya dari hadapanku.
“ Wowowow! Tenang dulu.. untuk apa kau takut? Toh ini kan masalah pribadiku. Bukan masalah mereka! Lagi pula aku berngka dengan istriku tercinta ke sekolah! Apa tidak boleh?”
*DEG DEG DEG DEG DEG*
Dia merangkul bahuku. Jantungku kembali berdetak diatas percepatan normal pada jantung umumnya. *lebay. “hei.. jangan membuatku menjadi seperti ini..” kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku. “ haha.. berarti itu tandanya kau sudah mulai mencintaiku..”
“kalau begitu ayo kita pergi..” ajaknya lalu menyeretku pergi.
******
Benar kan apa dugaanku tadi? Sesampai di sekolah dan keluar dari mobil Kibum semua pasang mata tidak henti-hentinya mengikuti kami, dan memperhatikan gerak-gerik kami. Bagaimana ini?!..
“eunng.. Kibumah~ lepaskan tanganmu..” umpatku sekecil mungkin di telinga Kibum. Ya benar! Aku berharap sekali Kibum melepas genggaman tangannya dariku! Dan juga berharap tatapan membunuh dan mencaci dari semua murid disini juga sirna dari hadapanku sekarang! “ kalau aku tidak mau bagaimana?” tannyanya jahil.
“ya! Kau tidak lihat tatapan semua orang terhadap kita? Apalagi tatapan fansmu yang sudah siap untuk membunuhku sekarang!” bisikki sekecil mungkin. (lagi).
“ sudah biarkan saja..” jawab Kibum sampai. Kami kemudian berpisah di lorong ketiga. Dia menuju ke Kampus di lorong sebelah, dan aku.. menuju kelasku. Aku masuk kelas dengan berat hati. Sudah terpikir olehku bagaimana tanggapan para fans fanatic Kibum! Tapi ternyata aku salah.. mungkin mereka belum tahu.. karena kan yang baru tahu hanya orang yangberada di aula dan lorong saja, bukan? Haha.. sedikit beban di hatiku terkurangi.. (-.-)
Kucoba untuk memfokuskan diriku dan otakku pada pelajaran yang di jelaskan oleh Park
seosangnim. Bagaimana tidak? Dia itu guru paling killer di sekolah ini! mana matanya itu teliti sekali! Dia bisa tahu jika ada satu murid saja yang mengobrol.. dan telinganya itu.. pendengarannya tajam sekali.. Serrammm…
#KRIIINGGGG…
Bel selesai jam pelajaran berbunyi. Waktunya untuk jam istirahat. Aku keluar dari kelasku, masih dengan beberapa orang yang tahu tetap memperhatikanku. Berusaha meyuekkan mereka. Kutaruh santai buku-buku dari genggamanku di loker. Sampai kemudian..
#BRAKKK..
Pintu lokerku tertutup kasar. Untung hempasan pintunya tidak mengenai wajahku.. “Apa Hubungan sunbae dengan Kibum Oppa?” kulihat beberapa yeoja, lebih tepatnya hobae-ku yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang di depanku sekarang. Aduhh.. bagaimana ini?... mati aku!
“euumm…” aduh! Mau jawab apa nihhh? Bohong atau tidak ya? “aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan Kibum sunbae.. hanya sebatas teman, itu saja!” aku mengangkat kedua buah jari telunjuk dan tengahku membentuk tanda ‘Kutip’
“BOHONG!! Lalu kenapa Kibum Oppa bisa merangkul dan menggenggam tangan eonnie?!” bentak salah seorang yang sedari tadi diam di belakang. Tenggorokannku benar-benar terasa tercekat sekarang! Tidak sanggup rasanya aku mengeluarkan satu parah kata pun..
#PLOOKKK…
sebuah telur busuk mendarat sukses di rambutku. Tawa orang di sekitar mulai meledak
sekatika dan menatapku. Ahh! Aku malu!!
“STOP!!!!” suara seseorang menghentikan tindakan Hobae-hobae yang sedang mengamuk ini. berusaha mencegah mereka agar tidak bertindak lebih lanjut lagi. “dia benar! Dia tidak lebih dari seorang teman dengan kibum!.. karena dia….. PACARKU!” ujar seseorang itu lalu mencium bibirku!
TBC...
*******************
Hayo lho? siapa tuh?! gimana kelanjutannya?
nanti kita buka di Part 7, oke?
Sunday, January 8, 2012
Accidently Married Couple (Part 5)
Part 5
----- preview-----
“YA! KIM SO AH!!!”
----- Continued----
Kibum berdecak kesal sambil teriak sekencang-kencangnya di telinga So Ah. “Aishh~ Kibum!!!!!! Bisa tidak kau kecilkan suaramu sedikitttttt.. saja” tetapi SO Ah hanya menggeliat kecil dan kembali menutup matanya rappat-rapat. “ck! Kau ini! ayo bagun!
Lihat semua kekacauan yang telah kau buat ini, Kibum berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepala ke seluruh sudut ruangan yang telah di penuhi dengan hamburan-hamburan snack siang yang telah habis dan juga masih ada yang setengah tersisa. “ kau ini yeoja macam apa sih?!ayo bangun.. aku gak mau tahu pokoknya kamu harus beresin tempat ini dalam waktu 30 menit dari sekarang..” ia—Kibum—menarik tubuh So AH bangun dan menuntunnya ke tengah ruangan. “selamat mengerjakan tugasmu ya… yeobo~” ledek Kibum yang di susul dengan lemparan bantal sofa dari arah So Ah. “aishhh~ anak ini!..” so ah menggaruk-garuk kepalanya kasar, menatap sekeliling ruangan yang berantakannya bahkan lebih berantakan dari kapal pecah.
*********
-Waktu makan malam..
“ya! Bagaimana bisa kau tidur di meja makan seperti ini?!” Kibum menyeggol sikut So Ah yang tengah tertidur di kursi makan dengan pose yang masih tetap memegang sendok dan meletakkan tangannya di badan meja. “maaf.. aku mengantuk sekali.. lebih baik aku tidur di atas saja..”
Ina dan Kibum hanya bisa bersamaan melihat kepergian So Ah dengan raut wajahnya yang begitu kusut dan penampilannya yang luar biasa acak-acakkan. ‘Dia terlihat berbeda hari ini..’ singgung Kibum dalam hati.
“hei, ada apa dengannya?” kata kibum setengah berbisik kea rah Ina. “dia hampir tidak tidur semalaman untuk menyelesaikan tugas tambahannya dari Park seosangnim.. dan tadi di sekolah juga wajahnya pucat sekali.” Cerocos Ina.
“Ohh..” kibum membentuk huruf O pada mulutnya. “ eumm.. o iya, tadi dia juga cerita kalau di UKS tempat dia tidur itu, dia bertemu dengan sunbae sekaligus teman dekatnya dulu.. namanya Kevin, dia tampan sekali..”
“Ishh~ yasudahlah..” jawab kibum tidak peduli. “oh iya, mulai besok sepertinya aku harus pergi..” pecah Ina, memang setelah beberapa saat setelah itu semua mendadak menjadi hening. “ pergi..” ulang Kibum, mengerutkan sebelah alisnya. “iya. Aku tahu ini memang berat untukku dan So Ah. karena..”
“Karena apa?” tiba-tiba muncul sosok So Ah dari balik tangga.
“ kau ingin pergi? Kemana?” Tanya So Ah sedikit khawatir. “ aku.. aku akan ke Amerika besok. Maaf aku tahu ini men—“
“KENAPA BARU SEKARANG?!!!” bentak So Ah keras. “ So Ah..” Ina melunak. Dilihatnya mata So Ah yang sudah berkaca-kaca. lalu memeluknya lembut“Mianhae.. aku memang seharusnya memberitahumu lebih a—“
“Lepaskan aku..” rintih So Ah dengan susah payah memberontak menolak pelukan Ina.
Memang, sebelum kejadian ini. So Ah tidak akan bisa menolak pelukan AMPUH yang diberikan sahabatnya ini. “ Sejak kapan.. sejak kapan kau menyembuyikan ini semua darimu?!” kini air matanya—So Ah—telah terlinang deras jatuh ke pipinya. “Sejak hari pernikahanmu..” jawab Ina lirih, suaranya sudah hampir pecah karena harus menahan isak tangisnya.
*******
Setelah beberapa saat keadaan mulai melunak, semua orang hanya terdiam. Bahkan sekarang rasanya sulit sekali untuk mereka menatap satu sama lain. “ Jadi begini..” Ina mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya tentang kepergiannya ke Amerika.
-Flashback-
Ina berputar-putr di depan kaca rias besar, terterang jelas dirinya dengan wajah serta
penampilan yang berbeda. Bukan pakai hot pants atau kaos longgar trend lagi kali ini. melainkan sebuah mini-dress berwarna putih dengan riasan cerah yang menghiasi wajahnya. “ Aku harus kelihatan cantik untuk sahabatku hari ini..” ya. Benar. Hari ini adalah hari pernikahan sahabatnya.
Lalu kemudian mencari-cari handbag kecil untuk dicocokkannya dengan baju dan stylenya kali ini, tapi kemudian..
#DRTTTT.. DRTTTT..
Ponselnya bergetar di meja rias, ina menghampiri ponselnya itu lalu mengangkatnya.
“Yeoboseyo.. Appa..”
“Ina-ya~ jadwal penerbanganmu hari ini sudah appa urus, jadi sekarang kau harus
bergegas untuk pergi ke bandara..”
“Apa? Ban-bandara..?” Tanya Ina tergagap. “Iya, kau akan pindah ke Amerika bersama eomma dan appa sekarang, jadi kami tidak perlu berpisah lagi denganmu..”
“tapi appa.. aku sedang ingin datang ke pesta pernikahan So Ah sekarang.. apa tidak bisa kita undur?” air matanya mulai mengalir. Suaranya hampir pecah karena menahan isak tangisnya. “tidak bisa! Appa sudah memesan tiket pesawat untuk jadwal hari ini…” nada bicara Appanya sudah meninggi. “tapi.. kumohon! Hanya dua minggu saja.. selepas itu aku janji akan pergi ke amerika tanpa berat hati.. hanya dua minggu” mohonnya lagi.
“hhh.. baiklah.. kalau begitu. Pegang janjimu Yoo Ina. Dua minggu!” ada sedikit penekanan di akhir kalimat ‘DUA MINGGU’ itu..
********
“Tapi kenapa kau harus menyembunyikannya?..” isak tangis So Ah mulai terdengar kembali, “ aku tidak tega merusak kebahagiaan sahabatku sendiri yang baru saja menikah.. aku tidak ingin kau merasa terbebani di hari-hari pernikahan barumu..” Ina hanya menundukkan kepala, hampir menangis. Tapi dengan cpeat ia segera menepis kembali air matanya. “ Tapi kalau begini cara..”
“Mianhae..” di peluknya So Ah dengan erat. Kemudian, seisi ruang tengah hanya di penuhi dengan isakan tangis mereka berdua. Kibum hanya bisa melihat dengan pandangan yan entah kenapa KASIHAN sekali pada So Ah. ingin sekali ia memeluknya dan menenangkannya saat ini. tapi, seakan ada sisi lain dari dirinya yang menahan kuat keinginan sisi dirinya yang lain untuk memeluk istrinya itu.
“sudahlah.. aku lelah..” So Ah melepas pelukan Ina dan kemudian kembali naik ke atas dan mencepatkan langkahnya kea rah kamarnya.
#BRAKKK…
Di tutup pintu ikamarnya kencang.
“ kenapa dia menjadi seperti itu?..” So ah menghempaskan badannya ke kasur kasar, memeluk bantal dan memukul mukulinya tidak jelas..
“sudahlah.. yang penting kau sudah tahu ia pergi bukan karena ia ingin meninggalkanmu.. tapi karena orang tuanya tidak ingin berpisah lagi dengannya” Kibum memeluk So Ah hangat dari belakang. So Ah berbalik. Dengan jelas Kibum masih bisa melihat air mata So Ah yang masih mengalir sangat deras keluar dari matanya. “sudah jangan menangis.. lagi pula nanti kalau kau tidak bisa membiarkannya pergi dengan hati yang lapang.. dia akan semakin berat untuk meninggalkanmu.. dan kalau sudah terjadi seperti itu. Kau akan menjadi orang yang sangat egois. Ina memang sahabatmu, sahabat terdekatmu. Dia juga memang sudah bersamamu sudah lama. Tapi Ina kan juga punya kehidupan sendiri.. bukan hanya denganmu,..” jelas Kibum panjang lebar, So Ah menatap Kibum dalam.. lalu kemudian memeluknya erat “ Oppa..” ini memang kata
‘Oppa’ pertama yang So Ah panggil pada Kibum. Sempat Kibum membelalakkan matanya tersentak. Tapi kemudian membalas pelukan So Ah. diusapnya lembut tenkuk kepala So
Ah..
-So Ah pov-
Kupeluk Kibum erat-erat. Aku tahu aku memang sudah gila sekarang, rasanya begitu nyaman dan meneduhkan berada di dalam dekapannya sekarang. Aku tahu seharusnya aku tidak mempunyai perasaan ini padanya. Tapi untuk saat ini aku memang sedang membutuhkanya sebagai sandaran hatiku.. “ aku tidak tahu apa jadinya nanti jika dia tak ada di sampingku lagi..” lirihku. Aku menahan keras air mata ini untuk jatuh, tapi aku tidak bisa menahannya! “ masih ada aku…”
*DEG*
Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu dengan segampang itu? Aoakah dia juga merasakan perasaan yang sama denganku? “sekarang temui dia.. hibur dia.. support dia..” Kibum yang sekarang berada di depanku, memelukku, menggenggam tanganku, dan menasehatiku.. memang berbeda dari Kibum yang sebelumnya ku kenal, Kibum yang suka mengeluh, kibum yang brengsek, kibum yang manja, dan juga.. ahh!! Pokoknya
beda!
Ku anggukan kepalaku pelan, kami bersama melangkahkan langkah kaki kami ke tangga. Sesekali ku tatap kembali Kibum yang berada tiga tangga diatasku. Masih ragu untuk melakukan semua ini. dan juga masih ragu kalau aku sanggup di tinggal Ina
“I-Ina...” berat sekali rasanya untuk melangkahkan langkah kakiku ke tangga paling bawah. Ina mendongak dan mengusap air matanya yang membasahi hampir seluruh bagian wajahnya. “ So Ah-yah~..”
Kulangkakan kakiku pelan, sampai akhirnya kedua lenganku meraih bahunya pelan.
“maafkan aku, aku egois.. aku hanya mementingkan diriku sendiri.. aku bodoh!..” air mataku kembali mengalir di bahunya. “ ma-maaf..” bisa kurasakan sekarang bahuku sudah basah terkena genangan air matanya.
*******
“ kau jaga diri ya disana.. jangan sampai sakit..” ucapku pada Ina. “ jangan khawatir.. lagi pula aku juga tetap akan sering menghubungimu..” Ina tersenyum sambil memelukku erat.
“dan Oppa..”
“ jaga So Ah baik-baik kalau kau menyakitinya kau akan mati tanganku.” Aku hanya tersenyum. Kibum mengangguk dan merangkul bahuku yang lebih pendek darinya. “ jalja..” kemudian sosok Ina terakhir melambaikan tangannya padaku, dan semakin menjauh dan menjauh. Kemudian hilang tak terlihat lagi..
“hiks..” ku tundukkan kepalaku dalam..
“kita makan es krim yukkkk..” Kibum menyeret tanganku cepat.
*******
“ ini..” Kibum menyodorkan sebuah es krim berukuran besar..
“Kibum!!! Ige mwoya?!” yang benar saja! Apa-apaan ini?! kulihat es krim mliknya yang berukuran mini itu, dan menatap punyaku yang SUPER BESAR!.
“bagaimana aku bisa menghabiskan semua ini dalam sekali makan..” aku melongo masih melihat kea rah es krimku ini. “siapa bilang kau akan menghabiskan itu sekaligus?” Tanya Kibum dengan entengnya. “ karena aku tahu kau sedang butuh pelampiasan.. makanya aku beli lebih untuk kau makan di rumah..” katanya tanpa menatapku, masih asyik dengan es krimnya.
Aku bena-benar masih tidak percaya semua ini. sikapnya berubah 180 derajat! Apa mungkin karena sakit panas tiga hari yang lalu bisa langsung merubah sikapnya? Sama sekali tidak logis!
********
@Mobil dalam perjalanan.
Sepanjang perjalanan ini, Kibum memang menyetir sembari memegang tanganku. Aneh rasanya. Sekali lagi, sepertinya.. aku mungkin telah jatuh cinta pada suamiku ini. kutatap dirinya sesekali dan tersenyum..
Dan kemudian suasana hening dan tenang itu terpecahkan oleh suara getaran keras ponselku.
“yeoboseyo..” tanyaku pada si penelephone.
“…”
“Kevin Oppa..” tanyaku kembali bersemangat.
-end of so ah pov-
-ki bum pov-
“Kevin Oppa..” aku menolehkan pandanganku pada So Ah. ekspresi wajahnya kini telah berubah mejadi cerah dan bersemangat kembali.
“jigeumyo?..”
“….”
“ne..”
“……”
“ne, arasseo.. Annyeong~”
#KLIK
So Ah mengakhiri perbincangan mereka. Tapi, kenapa hatiku terasa kesal dan tidak enak sekali jika mengetahui mereka sedang bersangkutan (?). apa benar bahwa aku telah terlanjur mencintainya? Kurasa perasaan ini tidak bisa di pungkiri lagi.. bahwa aku mencintainya.
“ Kevin?..” tanyaku dengan suara sedingin mungkin.
“ eumm.. oh iya, nanti habis perempatan blok kiri saja ya.. aku harus ke gedung teater. Kalau kau ingin pulang, pulang saja. Lagi pula aku tidak akan lama.” Ohh~ jadi ada urusan teater nih.. kalau begitu hatiku bisa sedikit lega. Yang jelas aku sudah tahu tujuan inti mereka, jadi kemungkinan besar mereka tidak akan macam-macam kan? Aku tahu ini memang aneh dan gila. tapi aku sangat cemburu jika mereka berdekatn terus.
-end of ki bum pov-
- author pov-
“sampai bertemu di rumah..” So Ah melambai pada mobil Kibum yang sudah menjauh. Kemudian menghela nafas berat dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke gedung teater. “Annyeong semuanya!!!” sapa SO Ah riang terhadap semua siswa/siswi yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. “annyeong So Ah-ya” beberapa dari mereka yang sedang sibuk membalas sahutan So Ah. “So Ah-ya wasseoyo..” Kevin menhampiri So Ah ekmudian memeluknya. “ Oppa, jangan begini. Nanti orang jadi salah paham..” So Ah melepaskan pelukan Kevin. “Mianhae.. baiklah.. ayo cepat! Kita harus segera membuat panging ini terlihat lebih spektakuler lagi pada saat musical kita dimulai nanti..” tanpa basa-basi lebih lama lagi, Kevin menggandeng tangan So Ah, dan naik ke atas panggung.
******
-so ah pov-
“huftt.. akhirnya selesai juga untuk hari ini…” kuhembuskan nafas panjang yang membuat poni-ku terbang tertiup hembusan angin dari mulutku. “ eumm.. bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?” Jalan-jalan? Bersama Kevin Oppa? Wuahh~ sudah lumayan lama aku tidak berjalan-jalan bersama Kevin Oppa. Dan lagipula itu bukanlah ide buruk untuk membuangrasa lelahku sekarang ini. “ Baiklah.. ayo!” kukaitkan lenganku di lengan Kevin Oppa.
“Wuahh~ sunbaenim.. kalian cocok sekali.” Ucap seorang hobae kami yang tidak lain adala Dongho, adik dari SooHyun. “ani.. anio kami tidak berpacaran..” Haduh~ bagaimana bisa dia mengira kami berpacaran? Aku kan sudah resmi menjadi istri orang! “ mana mungkin kami pacaran secara aku kan—“ Aishh! So Ah Pabo! Hampir saja keceplosan! Bagaimana tanggapan satu sekolah nanti jika tahu kalau aku sudah menikah? Dengan Kibum pula! Bisa habis dibunuh, dicincang-cincang, dan dicabik-cabik nanti sama fansnya! Ihhh~ ngeri~!. “Kan?” ulang Dongho. “secara kan kita sudah mau kenaikan. Jadi harus focus terhadap mata pelajaran dan kesibukan teater saja.” Hufttt… untuk kali ini otakku berjalan di saat waktu yang tepat!.. thanks God!
“sudah yah.. kami mau jalan dulu..” kutarik lengan Kevin Oppa yang masih terait di lenganku.
********
“ Beruntung sekali ada Oppa disini.. haha kepalaku tidak jadi pecah!” candaku di tengah melumat se sendok es krim.. tapi tunggu dulu? Es Krim?.
kulirik satu plastic pink dan kubuka. “Kibum..” pekikku kecil.
kulirik satu plastic pink dan kubuka. “Kibum..” pekikku kecil.
“ne?” Kurasa Kevin Oppa menyahut karena mendengarku tadi.
“anio.. Oppa sepertinya aku harus pulang sekarang.” Kulirik arloji merah yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “ Omo! Jam 9?” Bagaimana ini? kalau Kibum tahu aku pulang jam segini? Bersama Kevin Oppa pula! Mati aku dibuanya!!! “ Baiklah.. kuantar ya..” Kevin Oppa merogoh saku celana Jeansnya dan mengambil kunci mobil otomatisnya
#KLIK
Bunyi pintu mobil yang tandanya sudah terbuka, Kevin Oppa membukakan pintu untukku. Sungguh menyenangkan jika Kibum yang melakukan ini padaku! AISHH~ ANI ANI ANI! Apa yang kau pikirkan Kim So Ah?! “ Gomawo Oppa..” ucapku pada Kevin Oppa. Ia hanya membalasku dengan Angelic Glare plus senyumnya..
*****
“Oppa.. Gomawo telah mengantarkanku pulang sampai rumah”
“ne.. cheonma..ya sudah sana kamu masuk sana!” Kevin Oppa mendorong tubuhku kecil. “ Oppa Annyeong~” kulambaikan tanganku pada Kevin Oppa yang sudah mulai jauh, melesat menggunakan mobilnya.
“ne.. cheonma..ya sudah sana kamu masuk sana!” Kevin Oppa mendorong tubuhku kecil. “ Oppa Annyeong~” kulambaikan tanganku pada Kevin Oppa yang sudah mulai jauh, melesat menggunakan mobilnya.
Aku baru saja ingin menyempatkan diriku untuk memegang gagang pintu apartemenku.. tapi kemudian!
#BRAKKK
Pintu sudah terbuka kasar, kulihat sosok Kibum yang lagi-lagi berhasil membuat nyawaku hampir lepas dari tubuhku! (?).
“dari mana saja kau?” anak ini! sudah aku yang dikagetkan, tapi kenapa malah dia yang jadi Sewot begitu sih?!
“jalan-jalan bersama Kevin Oppa” entengku, keterobos tubuh Kibum yang terpapar di depanku. Membuka sepatuku dan menaruh barang-barangku di lantai.
“MWO?! Bersama Kevin?!”
TBC
Subscribe to:
Comments (Atom)


