Pages

Friday, December 30, 2011

Accidently Married Couple (Part 4)

Accidently Married Couple Part 4





Main Cast:
- Kim So Ah
- Kim Kibum
- Kevin Woo
- Yoo Ina

Author's note:
heheh.. maaf banget ya memberdeul part ini pendek habis ada satu reader yang udah gak sabaran.. moga suka ya^^ enjoy
INI 100% bikinanku..

-author pov-

------------

“aku pula—Omo!!!” kuelus pelan dadaku. Mengagetkanku saja dia! “Kau ini.. apa-apaan kau? Mengagetkanku saja! Wajahmu itu lhooo.. seram sekali! Kenapa menatapku seperti itu?”

------------

“Kau.. senang?” Tanya Kibum enggan. “Senang bagaimana maksudmu?” Tanya o Ah yang masih kebingungan dengan lagat-lagat Kibum sekarang ini. “ bersama Kevin..” ucap Kibum kembali enggan. “ Oh? Kau sudah tahu rupanya? Iya! SANGAT! Kevin Oppa tidak banyak ber—“

“Aku cemburu dasar bodoh!” Kibum sedikit mengeraskan suaranya. Menggenggam tangannya kuat-kuat. “Kau.. cemburu?..” Tanya So Ah terbata-bata. Dia juga masih syok dan tidak mempercayai semua ini. “

 Benar! Jelas aku ini masih berstatus sebagai suamimu, dan coba kau piker.. suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya bersama dengan pria lain, dan terlihat jelas bahwa lelaki yang di temui istrimu itu menyimpan perasaan lebih dari sekedar ‘teman/sahabat’ pada istrinya?!” So Ah hanya bisa terus mundur dan menjauh dari pandangan Kibum dan cerocosannya yang semakin lama, semakin dekat. Dan akhirnya.. Kibum melumat bibir So Ah yang semakin lama semakin dalam dalam ciumannya. 

Ciuman ini memang sedikit agak di paksakan, karena Kibum juga masih bingung terhadap perasaanya sendiri..

Mereka berdua semakin hanyut dalam menikmati momen mesra mereka sekarang. Sampai Ina datang dan menyambut kepulangan So Ah, “ So Ah-ya.. ka—“ Sambutan pulang Ina terhenti, dikejutkan oleh momen yang ia—Ina—lihat sekarang ini. setelah berciuman kurang lebih hampir satu menit, Kibum dan So Ah tersadar dan kembali melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa. 

Hanya saja, dengan perasaan yang ‘sedikit’ canggung.

------------

Waktu makan malam pun tiba, dan tiba pula saatnya untuk mereka makan di ruang makan.

“….”

“….” Kibum dan Soah masih terlihat canggung, tidak ada salah satu pun dari mereka yang mengeluarkan satu patah katapun untuk membuka percakapan. “Ya! Kalian ini kenapa memang?.. sebegitu anehnya kah kalau suami istri melakukan adegan itu? Lagi pula itu hanya sebatas ciuman…. Atau jangan-jangan lebih buruk kalian belum pernah melakukan..” keduanya hanya menggeleng pasrah.

“Aishhh~ baru kali ini aku melihat pasangan suami-istri yang secanggung kalian dalam kehidupan asli.. “ “hanya dalam drama saja melihat suami-istri se-canggung ini. dan mungkin ke canggungan kalian lebih buruk dari pada yang di drama-drama itu..” Lanjutnya. Tetap tidaka da respon asktif dari mereka berdua, yang terdengar hanya suara helaan nafas berat dan 
‘KECANGGUNGAN’ tentunya. 

“…. Jadi… kalian belum akan memberikanku keponakan?..” Mau tahu apa jawaban dari pertanyaan Ina barusan? Yap! Jawabannya adalah dua bantal duduk terbang yang mendarat tepat di wajahnya—Ina--. “YAAAKKK!!! Appoooooooo..” Ina mengelus-elus dahinya pelan. 

“Salahmu sendiri berbicara seperti itu! Lagian bagaimana kami akan memberikanmu keponakan kalau kau saja menjalani perni hmphhhhhh.” Dengan segera Kibum menyumpalkan setumpuk tteokbokki ke dalam mulu So Ah, lalu tersenyum miris kea rah Ina.

“Pernikahan kami belum juga menginjak 1 bulan..” Timpal Kibum cepat.

-----------

@So Ah’s bedroom.

“YAKKK!!! Kau ini ingin membunuh kita ya?! Bagaimana kau bisa hampir mengatakan itu?!” Kibum mendekap mulut So Ah dan membawanya ke dalam kamar. Memang ucapannya kali ini berbisik.

 “Aku kan hampir keceplosan…” “Aishh~ sudahlah! Memang tidak bisa di pungkiri bahwa kau itu memang benar-benar POLOS nya keterlaluan.. saking polosnya itu sampai membuat otakmu menjadi bodoh seperti itu.” Kata Kibum sambil menunjuk-nunjuk dahi So Ah dengan satu jari telunjuknya. 

“Aisshhh~ baiklah kalau aku bodoh! Dari pada kamu, setan mesum, namja gila!!!!!!!” tak mau kalah, So Ah juga kembali setengah berteriak. “Aishh~ sudahlah.. aku lelah jika harus berdebat denganmu sekarang! Aku mau tidur! Minggir sana!” So Ah memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur itu tapi..

 “Aku bilang kau untuk minggir, bukan berarti aku menyuruhmu pergi” Ya. Tangan Kibum menghentikan langkahnya. Tak lupa dengan senyuman jahilnya itu sembari menaikan sebelah alisnya. Kemudian menarik So Ah untuk tidur di sebelahnya, dalam dekapannya lebih tepatnya. 

“ Kau ini apa-apaan?” Tanya So Ah pelan. “ Jangan bergerak, tetaplah seperti ini..”

-author pov end-

-so ah pov-

“Jangan bergerak, tetaplah seperti ini.” Aneh, tapi kenapa hatiku tidak merasa risih, dan juga enggan untuk menyingkirkan pelukkannya dari tubuhku. Apa.. aku sudah jauh cinta padanya? Pelukannya kali ini, begitu hangat, dan.. err.. nyaman? “Aku sama sekali tidak membencimu.” Apa? Dia bilang apa? Untuk apa dia berkata seperti itu? “ku tegaskan sekali lagi, bahwa ‘AKU 
TIDAK MEMBENCIMU’” di kalimat terakhirnya, dia sedikit menekan nada bicaranya.

DEG DEG DEG.. jantungku berdetak kencang 10 kali lebih cepat dari bisasanya. Kurasakan pula getaran-getaran listrik yang menjulur sampai ke lubuk hatiku. “Kau, apakah kau membenciku?” tanyanya sekali lagi padaku. “Memangnya kenapa?” Aishh~ bagaimana bisa aku melontarkan pertanyaan bodoh seperti itu? “Aku mencintaimu…” sebuah kecupan hangat mendarat di puncak keningku. 

“Aku juga…” jawabku.

-----------

“Good morning.. Bagaimana tidur kalian semalam?” berbagai macam makanan telah tersedia di meja, Ina juga sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapi. Sedangkan aku? Aku masih dengan kostum piyama malamku, dan rambutku yang masih setengah acak-acakkan. 

“Ya! Kenapa kau belum siap?! Mau mati dibunuh sama tugas yang diberikan Choi seosangnim kalau kita telat lagi?” Aishh~ kenapa dia—Ina—pake ngomel-ngomel segala sih? Kepalaku malah tambah jadi belibet nih!!! “Bisakah kau diam? Aku benar-benar sedang pusing sekarang?!

” Ina menatapku keheranan. “ Perasaan dari kemarin kau baik-baik saja. Bukankah seharusnya kalian senang, karena kalau semakin lama semakin ku perhatikan, hubungan kalian semakin membaik..”

-end so ah pov-

-author pov-

Datang Kibum yang masih melingkarkan handuknya di lehernya. “ Kau.. sudah siap?” So Ah hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. “Ha? Iya.. sudah.. tapi kenapa kau masih memakai piyamamu? Mau di marahi seosangnim?” “baiklah.. baiklah aku akan mandi 
sekarang..”

**********

“Ya! Kim So Ah! Ada apa sebenarnya denganmu!?” Ina menghampiri sahabatnya, So Ah yang masih dalam lamunannya. “Aku mengantuk sekali..”  sedari tadi ia—So Ah—hanya menghabiskan waktu luangnya untuk menenggelamkan kepalanya di bawah mejanya. 

Sebenarnya ia sangat mengantuk akibat kemarin malam begadang untuk menyelesaikan tugas yang Park seosangnim berikan. “Kenapa bisa sampai kau sengantuk itu? Memang tadi malam kau tidur jam berapa?”

“jam dua pagi..” memang tidak kedengaran begitu jelas apa yang So Ah katakana, lebih miripnya dengan bergumam. Tapi masih bisa terdengar di telinga Ina. “ Ya ampun! Kau memangnya mendapat hukuman lagi?” Ina menjongkokkan tubuhnya, menatap wajah So Ah yang masih menerawangkan pandangan kosong. “ Tidak. Aku dapat tugas tambahan..” Jawanya—So Ah—lemah. “dari pada kau mengganggu aktifitas belajar-mengajar di kelas, lebih baik kau pergi ke UKS sana!” So Ah diam sejenak untuk berpikir, dan akhirnya tanpa menguucapkan sepetah kata pun ia berjalan dengan lunglai menuju ruang kesehatan yang letaknya hanya beberapa kelas dari kelasnya. 

“Permisi.. boleh saya tidur disini? Kepala saya pusing sekali..” So Ah membuka pintu setengah, emngedarkan pandangan ke seluruh ruangan. “ Silahkan saja..” jawab salah satu suster penjaga ruang kesehatan. “Ghamsa habnida..”

Ia—So Ah—merebahkan seluruh tubuh dan kepalanya yang terasa berat. “Siapa disana?” Tanya seseorang dari sebelah, “Kim So Ah.” Katanya dengan suara yang pecah dan serak. “ Kau sakit?” oran itu membuka tirai pembatas yang terurai dari bawah hingga atas.. “ Kevin Oppa..” lirihnya—So Ah--. 

“ Tidak, hanya.. ngantuk, dan kepalaku pusing sedikit”  “Oppa sendiri?”

“Well.. aku kesini karena aku drop tadi..” jelas Kevin sambil menatap langit-langit bangunan ruang kesehatan.

“DROP?! Penyakit asmamu itu masih belum hilang?!” So Ah beranjak mendudukkan posisinya dan menghampiri Kevin. “Ya! Bagaimana bisa hilang kalau ini adalah penyakit turunan? Lagi pula aku tidak selemah itu.. tenang saja..”

“Oppa, oh iya.. bisa tidak hari ini aku mampir ke rumahmu sebentar? Aku sudah rindu sekali dengan Ahjussi, Ahjumma, juga Deanna eonnie..” katanya—So Ah—dengan wajah memelas. 

“Tentu saja.. malahan itu yang kumau!.. haaha..”

“Sudahlah sana.. tidur! Nanti kalau kau pingsan di rumahku, jadi berabe deh semuanya..” Kevin terkekeh. “Arasseo..” dalam sekejap. Kevin sudah tidak mendengar suara so Ah lagi, matanya—So Ah—sudah terpejam. “Kau ini.. belum juga satu menit sudah tertidur pulas! Dasar..”

-end author pov-

-Kevin pov-

Aku meratapi gadis yang sedang tidur di sebelahku, wajahnya begitu manis dan polos saat sedang tertidur seperti ini. entah kenapa melihatnya dalam kondisi tidurnya saat ini membuat kedua mataku sulit berputar dan enggan mengalihkan pandanganku darinya. Sebuah senyum tertera jelas di wajahku, ya. Aku memang merindukan saat-saat seperti ini, saat-saat dimana kita bisa bersama kembali sejak terakhir kali kami bertemu kurang lebih hampir tiga tahun yang lalu. Kuarahkan jemari-jemariku untuk mengikuti postur tidur wajahnya dari kejauhan.

#BRAKKKK

Terdenar suara gebrakkan pintu dari luar, sontak membuat aktifitasku teralihkan. “ Hyunghhh.. kauwhh.. tidak.. apha-apha..” Aishh~ Lee Kiseop ini! dia memegangi kedua lututnya dan mencoba mengatur helaan nafasnya yang tersenggal-senggal. 

“Aiishh~ kau ini.. awas kalau sampai dia terbangun.” Ku arahkan kembali pandanganku pada So Ah yang sedang tertidur pulas. “ Hyung! Bukannya ini Hobae (*adik kelas/ junior) kita yang sekelompok bersama kita itu? Dia Kim So Ah kan?” SooHyun hyung menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya pada So Ah. 

“eumm..” gumamku setengah berbisik. “Kau.. menyukainya ya???” Apa maksud dari senyum jahil dan naikan kedua alis mereka itu? Mereka meledekku, huh? “Aishh~ aku hanaya rindu padanya.. dulu kami sudah seperti saudara yang tumbuh bersama saat duduk di bangku SMP” jelasku. 

“Ahh~ tapi.. dia cantik juga ya!” aku mencibirkan sebelah bibirku. “ sudahlah.. kau tunggu saja di luar! Aku ingin tidur.. lemas sekali rasanya tubuhku ini!” ku tutup pelan kedua mataku dengan lenganku diatasnya. “baiklah-baiklah.. tapi kalau ada perlu sesuatu panggil kami saja di depan ya?!” aku hanya menganggukkan kepalaku pelan, disusul dengan Kepergian Kiseop dan SooHyun.

********

FlashBack..

“ So Ah-ya..” Ku panggil So Ah yang telah asyik berbincang-bincang dengan teman sekelasnya. 

“Sebentar ya..” ia meniggalkan segerombolan tean-temannya lalu menghampiriku. “ eum.. bagaimana saat pulang sekolah nanti kita mampir ke suatu tempat sambil membicarakan tentang project teater kita?..” Aduh~ rasanya aku tidak sanggup menatap matanya sekarang. 

“eumm..” please.. “ Baiklah.. kita bertemu sepulang sekolah nanti di depan pintu gerbang utara ya?.. soalnya aku lagi sibuk sekarang. Tidak apa-apa kan, Oppa?” aku mengelus-elus kepalanya lalu.. “ Baiklah..Annyeong~” sampai disinilah pertemuan kami. Rasanya tidak sabar sekali untuk menunggu waktu pulang sekolah nanti!^^,

-Flashback end-

-so ah pov

******

Aku bangun dari tidur lelapku. Kutolehkan pandangan ke sebelah tempat tidur. Ternyata Kevin Oppa sudah pergi.  Ku angkat dan melangkahkan kakiku menuju pintu luar. “Sepertinya lebih baik jika aku istirahat di rumah..”

******

“Aku pulang..” Bodohnya diriku! Bagaimana mau ada orang di rumah! Mereka semua kan masih berada di sekolah.. Memang aku pulang dengan izin. Aku benar-benar ngantuk dan tidak enak badan sekarang.

Kulepas sepatuku dan berlanjut menghempaskan seluruh tubuhku diatas sofa panjang. Kuraih remote TV dan menonton beberapa acara TV..

“hoammmm…” kenapa aku terus menguap hari ini? yahh~ tidak bisa di pungkiri bahwa aku sedang mengalami masa MENGANTUK BERAT!

****** 

- Kibum POv-

"Aku pulang.." 

"..." tidak ada seorang pun yang menjawab. kenapa sepi sekali sih? bukannya tadi kudengar So Ah sudah pulang, ya? ku lempar pelan tas ku meja makan, dan meneguk segelas air putih dingin... 

setelah itu aku memutuskan untuk menonton beberapa acara Tv. yang mungkin bisa menghilangkan gundahku.

"YA! KIM SO AH!!!!"

-TBC-

No comments:

Post a Comment