Part 5
----- preview-----
“YA! KIM SO AH!!!”
----- Continued----
Kibum berdecak kesal sambil teriak sekencang-kencangnya di telinga So Ah. “Aishh~ Kibum!!!!!! Bisa tidak kau kecilkan suaramu sedikitttttt.. saja” tetapi SO Ah hanya menggeliat kecil dan kembali menutup matanya rappat-rapat. “ck! Kau ini! ayo bagun!
Lihat semua kekacauan yang telah kau buat ini, Kibum berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepala ke seluruh sudut ruangan yang telah di penuhi dengan hamburan-hamburan snack siang yang telah habis dan juga masih ada yang setengah tersisa. “ kau ini yeoja macam apa sih?!ayo bangun.. aku gak mau tahu pokoknya kamu harus beresin tempat ini dalam waktu 30 menit dari sekarang..” ia—Kibum—menarik tubuh So AH bangun dan menuntunnya ke tengah ruangan. “selamat mengerjakan tugasmu ya… yeobo~” ledek Kibum yang di susul dengan lemparan bantal sofa dari arah So Ah. “aishhh~ anak ini!..” so ah menggaruk-garuk kepalanya kasar, menatap sekeliling ruangan yang berantakannya bahkan lebih berantakan dari kapal pecah.
*********
-Waktu makan malam..
“ya! Bagaimana bisa kau tidur di meja makan seperti ini?!” Kibum menyeggol sikut So Ah yang tengah tertidur di kursi makan dengan pose yang masih tetap memegang sendok dan meletakkan tangannya di badan meja. “maaf.. aku mengantuk sekali.. lebih baik aku tidur di atas saja..”
Ina dan Kibum hanya bisa bersamaan melihat kepergian So Ah dengan raut wajahnya yang begitu kusut dan penampilannya yang luar biasa acak-acakkan. ‘Dia terlihat berbeda hari ini..’ singgung Kibum dalam hati.
“hei, ada apa dengannya?” kata kibum setengah berbisik kea rah Ina. “dia hampir tidak tidur semalaman untuk menyelesaikan tugas tambahannya dari Park seosangnim.. dan tadi di sekolah juga wajahnya pucat sekali.” Cerocos Ina.
“Ohh..” kibum membentuk huruf O pada mulutnya. “ eumm.. o iya, tadi dia juga cerita kalau di UKS tempat dia tidur itu, dia bertemu dengan sunbae sekaligus teman dekatnya dulu.. namanya Kevin, dia tampan sekali..”
“Ishh~ yasudahlah..” jawab kibum tidak peduli. “oh iya, mulai besok sepertinya aku harus pergi..” pecah Ina, memang setelah beberapa saat setelah itu semua mendadak menjadi hening. “ pergi..” ulang Kibum, mengerutkan sebelah alisnya. “iya. Aku tahu ini memang berat untukku dan So Ah. karena..”
“Karena apa?” tiba-tiba muncul sosok So Ah dari balik tangga.
“ kau ingin pergi? Kemana?” Tanya So Ah sedikit khawatir. “ aku.. aku akan ke Amerika besok. Maaf aku tahu ini men—“
“KENAPA BARU SEKARANG?!!!” bentak So Ah keras. “ So Ah..” Ina melunak. Dilihatnya mata So Ah yang sudah berkaca-kaca. lalu memeluknya lembut“Mianhae.. aku memang seharusnya memberitahumu lebih a—“
“Lepaskan aku..” rintih So Ah dengan susah payah memberontak menolak pelukan Ina.
Memang, sebelum kejadian ini. So Ah tidak akan bisa menolak pelukan AMPUH yang diberikan sahabatnya ini. “ Sejak kapan.. sejak kapan kau menyembuyikan ini semua darimu?!” kini air matanya—So Ah—telah terlinang deras jatuh ke pipinya. “Sejak hari pernikahanmu..” jawab Ina lirih, suaranya sudah hampir pecah karena harus menahan isak tangisnya.
*******
Setelah beberapa saat keadaan mulai melunak, semua orang hanya terdiam. Bahkan sekarang rasanya sulit sekali untuk mereka menatap satu sama lain. “ Jadi begini..” Ina mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya tentang kepergiannya ke Amerika.
-Flashback-
Ina berputar-putr di depan kaca rias besar, terterang jelas dirinya dengan wajah serta
penampilan yang berbeda. Bukan pakai hot pants atau kaos longgar trend lagi kali ini. melainkan sebuah mini-dress berwarna putih dengan riasan cerah yang menghiasi wajahnya. “ Aku harus kelihatan cantik untuk sahabatku hari ini..” ya. Benar. Hari ini adalah hari pernikahan sahabatnya.
Lalu kemudian mencari-cari handbag kecil untuk dicocokkannya dengan baju dan stylenya kali ini, tapi kemudian..
#DRTTTT.. DRTTTT..
Ponselnya bergetar di meja rias, ina menghampiri ponselnya itu lalu mengangkatnya.
“Yeoboseyo.. Appa..”
“Ina-ya~ jadwal penerbanganmu hari ini sudah appa urus, jadi sekarang kau harus
bergegas untuk pergi ke bandara..”
“Apa? Ban-bandara..?” Tanya Ina tergagap. “Iya, kau akan pindah ke Amerika bersama eomma dan appa sekarang, jadi kami tidak perlu berpisah lagi denganmu..”
“tapi appa.. aku sedang ingin datang ke pesta pernikahan So Ah sekarang.. apa tidak bisa kita undur?” air matanya mulai mengalir. Suaranya hampir pecah karena menahan isak tangisnya. “tidak bisa! Appa sudah memesan tiket pesawat untuk jadwal hari ini…” nada bicara Appanya sudah meninggi. “tapi.. kumohon! Hanya dua minggu saja.. selepas itu aku janji akan pergi ke amerika tanpa berat hati.. hanya dua minggu” mohonnya lagi.
“hhh.. baiklah.. kalau begitu. Pegang janjimu Yoo Ina. Dua minggu!” ada sedikit penekanan di akhir kalimat ‘DUA MINGGU’ itu..
********
“Tapi kenapa kau harus menyembunyikannya?..” isak tangis So Ah mulai terdengar kembali, “ aku tidak tega merusak kebahagiaan sahabatku sendiri yang baru saja menikah.. aku tidak ingin kau merasa terbebani di hari-hari pernikahan barumu..” Ina hanya menundukkan kepala, hampir menangis. Tapi dengan cpeat ia segera menepis kembali air matanya. “ Tapi kalau begini cara..”
“Mianhae..” di peluknya So Ah dengan erat. Kemudian, seisi ruang tengah hanya di penuhi dengan isakan tangis mereka berdua. Kibum hanya bisa melihat dengan pandangan yan entah kenapa KASIHAN sekali pada So Ah. ingin sekali ia memeluknya dan menenangkannya saat ini. tapi, seakan ada sisi lain dari dirinya yang menahan kuat keinginan sisi dirinya yang lain untuk memeluk istrinya itu.
“sudahlah.. aku lelah..” So Ah melepas pelukan Ina dan kemudian kembali naik ke atas dan mencepatkan langkahnya kea rah kamarnya.
#BRAKKK…
Di tutup pintu ikamarnya kencang.
“ kenapa dia menjadi seperti itu?..” So ah menghempaskan badannya ke kasur kasar, memeluk bantal dan memukul mukulinya tidak jelas..
“sudahlah.. yang penting kau sudah tahu ia pergi bukan karena ia ingin meninggalkanmu.. tapi karena orang tuanya tidak ingin berpisah lagi dengannya” Kibum memeluk So Ah hangat dari belakang. So Ah berbalik. Dengan jelas Kibum masih bisa melihat air mata So Ah yang masih mengalir sangat deras keluar dari matanya. “sudah jangan menangis.. lagi pula nanti kalau kau tidak bisa membiarkannya pergi dengan hati yang lapang.. dia akan semakin berat untuk meninggalkanmu.. dan kalau sudah terjadi seperti itu. Kau akan menjadi orang yang sangat egois. Ina memang sahabatmu, sahabat terdekatmu. Dia juga memang sudah bersamamu sudah lama. Tapi Ina kan juga punya kehidupan sendiri.. bukan hanya denganmu,..” jelas Kibum panjang lebar, So Ah menatap Kibum dalam.. lalu kemudian memeluknya erat “ Oppa..” ini memang kata
‘Oppa’ pertama yang So Ah panggil pada Kibum. Sempat Kibum membelalakkan matanya tersentak. Tapi kemudian membalas pelukan So Ah. diusapnya lembut tenkuk kepala So
Ah..
-So Ah pov-
Kupeluk Kibum erat-erat. Aku tahu aku memang sudah gila sekarang, rasanya begitu nyaman dan meneduhkan berada di dalam dekapannya sekarang. Aku tahu seharusnya aku tidak mempunyai perasaan ini padanya. Tapi untuk saat ini aku memang sedang membutuhkanya sebagai sandaran hatiku.. “ aku tidak tahu apa jadinya nanti jika dia tak ada di sampingku lagi..” lirihku. Aku menahan keras air mata ini untuk jatuh, tapi aku tidak bisa menahannya! “ masih ada aku…”
*DEG*
Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu dengan segampang itu? Aoakah dia juga merasakan perasaan yang sama denganku? “sekarang temui dia.. hibur dia.. support dia..” Kibum yang sekarang berada di depanku, memelukku, menggenggam tanganku, dan menasehatiku.. memang berbeda dari Kibum yang sebelumnya ku kenal, Kibum yang suka mengeluh, kibum yang brengsek, kibum yang manja, dan juga.. ahh!! Pokoknya
beda!
Ku anggukan kepalaku pelan, kami bersama melangkahkan langkah kaki kami ke tangga. Sesekali ku tatap kembali Kibum yang berada tiga tangga diatasku. Masih ragu untuk melakukan semua ini. dan juga masih ragu kalau aku sanggup di tinggal Ina
“I-Ina...” berat sekali rasanya untuk melangkahkan langkah kakiku ke tangga paling bawah. Ina mendongak dan mengusap air matanya yang membasahi hampir seluruh bagian wajahnya. “ So Ah-yah~..”
Kulangkakan kakiku pelan, sampai akhirnya kedua lenganku meraih bahunya pelan.
“maafkan aku, aku egois.. aku hanya mementingkan diriku sendiri.. aku bodoh!..” air mataku kembali mengalir di bahunya. “ ma-maaf..” bisa kurasakan sekarang bahuku sudah basah terkena genangan air matanya.
*******
“ kau jaga diri ya disana.. jangan sampai sakit..” ucapku pada Ina. “ jangan khawatir.. lagi pula aku juga tetap akan sering menghubungimu..” Ina tersenyum sambil memelukku erat.
“dan Oppa..”
“ jaga So Ah baik-baik kalau kau menyakitinya kau akan mati tanganku.” Aku hanya tersenyum. Kibum mengangguk dan merangkul bahuku yang lebih pendek darinya. “ jalja..” kemudian sosok Ina terakhir melambaikan tangannya padaku, dan semakin menjauh dan menjauh. Kemudian hilang tak terlihat lagi..
“hiks..” ku tundukkan kepalaku dalam..
“kita makan es krim yukkkk..” Kibum menyeret tanganku cepat.
*******
“ ini..” Kibum menyodorkan sebuah es krim berukuran besar..
“Kibum!!! Ige mwoya?!” yang benar saja! Apa-apaan ini?! kulihat es krim mliknya yang berukuran mini itu, dan menatap punyaku yang SUPER BESAR!.
“bagaimana aku bisa menghabiskan semua ini dalam sekali makan..” aku melongo masih melihat kea rah es krimku ini. “siapa bilang kau akan menghabiskan itu sekaligus?” Tanya Kibum dengan entengnya. “ karena aku tahu kau sedang butuh pelampiasan.. makanya aku beli lebih untuk kau makan di rumah..” katanya tanpa menatapku, masih asyik dengan es krimnya.
Aku bena-benar masih tidak percaya semua ini. sikapnya berubah 180 derajat! Apa mungkin karena sakit panas tiga hari yang lalu bisa langsung merubah sikapnya? Sama sekali tidak logis!
********
@Mobil dalam perjalanan.
Sepanjang perjalanan ini, Kibum memang menyetir sembari memegang tanganku. Aneh rasanya. Sekali lagi, sepertinya.. aku mungkin telah jatuh cinta pada suamiku ini. kutatap dirinya sesekali dan tersenyum..
Dan kemudian suasana hening dan tenang itu terpecahkan oleh suara getaran keras ponselku.
“yeoboseyo..” tanyaku pada si penelephone.
“…”
“Kevin Oppa..” tanyaku kembali bersemangat.
-end of so ah pov-
-ki bum pov-
“Kevin Oppa..” aku menolehkan pandanganku pada So Ah. ekspresi wajahnya kini telah berubah mejadi cerah dan bersemangat kembali.
“jigeumyo?..”
“….”
“ne..”
“……”
“ne, arasseo.. Annyeong~”
#KLIK
So Ah mengakhiri perbincangan mereka. Tapi, kenapa hatiku terasa kesal dan tidak enak sekali jika mengetahui mereka sedang bersangkutan (?). apa benar bahwa aku telah terlanjur mencintainya? Kurasa perasaan ini tidak bisa di pungkiri lagi.. bahwa aku mencintainya.
“ Kevin?..” tanyaku dengan suara sedingin mungkin.
“ eumm.. oh iya, nanti habis perempatan blok kiri saja ya.. aku harus ke gedung teater. Kalau kau ingin pulang, pulang saja. Lagi pula aku tidak akan lama.” Ohh~ jadi ada urusan teater nih.. kalau begitu hatiku bisa sedikit lega. Yang jelas aku sudah tahu tujuan inti mereka, jadi kemungkinan besar mereka tidak akan macam-macam kan? Aku tahu ini memang aneh dan gila. tapi aku sangat cemburu jika mereka berdekatn terus.
-end of ki bum pov-
- author pov-
“sampai bertemu di rumah..” So Ah melambai pada mobil Kibum yang sudah menjauh. Kemudian menghela nafas berat dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke gedung teater. “Annyeong semuanya!!!” sapa SO Ah riang terhadap semua siswa/siswi yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. “annyeong So Ah-ya” beberapa dari mereka yang sedang sibuk membalas sahutan So Ah. “So Ah-ya wasseoyo..” Kevin menhampiri So Ah ekmudian memeluknya. “ Oppa, jangan begini. Nanti orang jadi salah paham..” So Ah melepaskan pelukan Kevin. “Mianhae.. baiklah.. ayo cepat! Kita harus segera membuat panging ini terlihat lebih spektakuler lagi pada saat musical kita dimulai nanti..” tanpa basa-basi lebih lama lagi, Kevin menggandeng tangan So Ah, dan naik ke atas panggung.
******
-so ah pov-
“huftt.. akhirnya selesai juga untuk hari ini…” kuhembuskan nafas panjang yang membuat poni-ku terbang tertiup hembusan angin dari mulutku. “ eumm.. bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?” Jalan-jalan? Bersama Kevin Oppa? Wuahh~ sudah lumayan lama aku tidak berjalan-jalan bersama Kevin Oppa. Dan lagipula itu bukanlah ide buruk untuk membuangrasa lelahku sekarang ini. “ Baiklah.. ayo!” kukaitkan lenganku di lengan Kevin Oppa.
“Wuahh~ sunbaenim.. kalian cocok sekali.” Ucap seorang hobae kami yang tidak lain adala Dongho, adik dari SooHyun. “ani.. anio kami tidak berpacaran..” Haduh~ bagaimana bisa dia mengira kami berpacaran? Aku kan sudah resmi menjadi istri orang! “ mana mungkin kami pacaran secara aku kan—“ Aishh! So Ah Pabo! Hampir saja keceplosan! Bagaimana tanggapan satu sekolah nanti jika tahu kalau aku sudah menikah? Dengan Kibum pula! Bisa habis dibunuh, dicincang-cincang, dan dicabik-cabik nanti sama fansnya! Ihhh~ ngeri~!. “Kan?” ulang Dongho. “secara kan kita sudah mau kenaikan. Jadi harus focus terhadap mata pelajaran dan kesibukan teater saja.” Hufttt… untuk kali ini otakku berjalan di saat waktu yang tepat!.. thanks God!
“sudah yah.. kami mau jalan dulu..” kutarik lengan Kevin Oppa yang masih terait di lenganku.
********
“ Beruntung sekali ada Oppa disini.. haha kepalaku tidak jadi pecah!” candaku di tengah melumat se sendok es krim.. tapi tunggu dulu? Es Krim?.
kulirik satu plastic pink dan kubuka. “Kibum..” pekikku kecil.
kulirik satu plastic pink dan kubuka. “Kibum..” pekikku kecil.
“ne?” Kurasa Kevin Oppa menyahut karena mendengarku tadi.
“anio.. Oppa sepertinya aku harus pulang sekarang.” Kulirik arloji merah yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “ Omo! Jam 9?” Bagaimana ini? kalau Kibum tahu aku pulang jam segini? Bersama Kevin Oppa pula! Mati aku dibuanya!!! “ Baiklah.. kuantar ya..” Kevin Oppa merogoh saku celana Jeansnya dan mengambil kunci mobil otomatisnya
#KLIK
Bunyi pintu mobil yang tandanya sudah terbuka, Kevin Oppa membukakan pintu untukku. Sungguh menyenangkan jika Kibum yang melakukan ini padaku! AISHH~ ANI ANI ANI! Apa yang kau pikirkan Kim So Ah?! “ Gomawo Oppa..” ucapku pada Kevin Oppa. Ia hanya membalasku dengan Angelic Glare plus senyumnya..
*****
“Oppa.. Gomawo telah mengantarkanku pulang sampai rumah”
“ne.. cheonma..ya sudah sana kamu masuk sana!” Kevin Oppa mendorong tubuhku kecil. “ Oppa Annyeong~” kulambaikan tanganku pada Kevin Oppa yang sudah mulai jauh, melesat menggunakan mobilnya.
“ne.. cheonma..ya sudah sana kamu masuk sana!” Kevin Oppa mendorong tubuhku kecil. “ Oppa Annyeong~” kulambaikan tanganku pada Kevin Oppa yang sudah mulai jauh, melesat menggunakan mobilnya.
Aku baru saja ingin menyempatkan diriku untuk memegang gagang pintu apartemenku.. tapi kemudian!
#BRAKKK
Pintu sudah terbuka kasar, kulihat sosok Kibum yang lagi-lagi berhasil membuat nyawaku hampir lepas dari tubuhku! (?).
“dari mana saja kau?” anak ini! sudah aku yang dikagetkan, tapi kenapa malah dia yang jadi Sewot begitu sih?!
“jalan-jalan bersama Kevin Oppa” entengku, keterobos tubuh Kibum yang terpapar di depanku. Membuka sepatuku dan menaruh barang-barangku di lantai.
“MWO?! Bersama Kevin?!”
TBC

Wuah, daebak sis!
ReplyDeleteJadi mulai jatuh cinta nih Kibum sama So Ah? haha
Lanjut terus sis ^^