Title :
- Accidently Married Couple
Main Cast:
- Kim So Ah
- Kim Ki Bum
- Kevin Woo
Author:
@KKH_97
---Part 6----
“memang ada yang aneh kalau aku berjalan-jalan bersama Kevin Oppa? Lagi pula aku sudah terlanjur rindu padanya..” kulangkahkan langkah kakiku menuju dapur dan segera menaruh es krim di box lingkaran besar itu. Lumayan.. buat jadi cemilan besok.
“tentu saja! Secara kau sudah menjadi istri orang lain, dan sekarang kau keluar bersenang-senang dengan namja lain selain aku, dan pulang hingga tengah malam seperti ini!? suami mana yang tidak marah?” ohh~ dia cemburu rupanya! Aku terkekeh kecil menahan tawaku. Lalu kemudian.. “BUAHAHAHAHAHA..” tawaku pecah seketika memenuhi segala sudut ruangan apartemen kami. Bagaimana aku tidak tertawa melihat tingkah lakunya yang seperti ini? “ jadi kau cemburu rupanya?..” tanyaku. Aduh~ rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk menahan ini! perutku sakit sekali karena menahan tawaku. “ a-ani.” Cih~ sekarang dia membalikkan badannya padaku?jadi dia marah nih? “hey.. bilang saja kau cemburu! Katakana padaku yang sejujurnya! Sampai mengungkit-ungkit suami-istri segala..” kurangkulkan kedua lenganku diatas bahunya.
“aishh~ sudahlah jangan marah.. eummm?” kucoba mengeluarkan jurus andalahku, yaitu Puppy Eyes.. ini memang kadang bekerja sih..
“baiklah, baiklah..” YES! Tuh kana pa ku bilang? Ampuh kan?
“tapi karena kau nakal kau harus mendapat hukuman dariku!” cetusnya dengan senyuman nakal, diangkatnya sebelah alisnya.. dia memang kelihatan sedikit … err… menggoda sih.. *blush*
“tapi karena kau nakal kau harus mendapat hukuman dariku!” cetusnya dengan senyuman nakal, diangkatnya sebelah alisnya.. dia memang kelihatan sedikit … err… menggoda sih.. *blush*
“mau menggodaku?”tanyaku setengah terkekeh.
“kalau iya, bagaimana?” ish~ jinjja! Namja ini!
“YAA!! MWOLHANEUNGOYA?!” teriakku reflek ketika Kibum mengangkat tubuhku dan menaiki tangga ke lantai atas dengan menggendongku ala bridal style.
#CKLEK..
Kibum mendorong kecil pintu bermaksud untuk menutupnya. Di rebahkan tubuhku diatas kasur berukuran king-size. Perlahan dia mendekatkan wajah serta tubuhnya kearahku.. “Mw-Mwo.. apa yang kaulakukan?!” reflek aku mundur, perkataanku saja sampai terbata-bata seperi ini! sebenarnya apa yang INGIN dia lakukan, huh?
“….” Tidak ada jawaban kata-kata. Hanya ada gerakan tubuhnya yang semakin lama semakin mendekat.. dan.. OMO! Baru kusadari jarak wajah kami tinggal kalau dihitung-hitung.. 5 cm lagi!
“ ja-jangan macam-macam..” kusilangkan kedua lenganku di atas bahuku. “cih.. siapa juga yang berniat ‘memacam-macami’ mu itu? Aku hanya ingin..”
CHU~
dia melumat bibirku lembut dan dalam.. setelah beberapa detik kami berciuman, ciuman dan lumatan bibirnya berubah menjadi ciuman penuh nafsu dan kasar..
Di dorongnya tubuhku menjadi posisi tidur di kasur. Oh My God! Apa yang kami lakukan lakukan? Dan yang paling gilanya.. aku sama sekali TIDAK MENOLAK atas perlakuannya kali padaku.
“jangan begitu!” aku kembali sadar dari mabuk-kepayangku. “tunggu sampai kita lulus! Atau setidaknya kenaikan kelas!” jelasku tegas. Terlihat jelas raut wajah ke-kecewaanya. Tapi yahh.. mau bagaimana lagi? Kalau kami melakukan ‘itu’ sekarang dan nanti aku hamil di tengah jalan (?) bagaimana? apa kta teman sesekolahku nanti?
“kalau nanti aku hamil di tengah jalan apa kata teman sesekolah kita nanti? Dan belum lagi nanti aku bisa dibunuh pelan-pelan sama Fansmu itu! Ihh~ menyeramkan..” aku berdengik ngeri..
Kibum serentak menjauhkan badannya dari badanku. Badannya terhempas ke atas tempat tidur di sebelahku. Fiuhhh.. tadi itu! Hampir sekali!! “tapi kau menyukainya, kan?” dia mengeluarkan smirk khasnya. Hah? Tidak salah dengar? Menyukainya? “tidak..” jawabku sembari membuang mukaku kearah lain. Tapi memang benar sih, rasanya ada sisi lain dari diriku yang tidak menolak untuk melakukannya. HAH?! Apa yang kupikirkan?! “ tapi kau tidak menolaknya kan?” kibum memelukku dari belakang.
*DEG*
Bagaimana dia bisa tahu itu? “ lebih baik aku mandi sekarang..” kulepaskan pelan pelukannya, mencoba untuk menghindarinya. “jangan menghindariku, chagiya..” apa? Chagiya? Siapa yang dia sebut chagiya itu? “ tidak aku tidak menghindarimu. Hanya ingin mandi.. rasanya gerah..” tanganku meraih handuk berwarna cream dan mencantolkannya ke bahuku. “gerah?” aku tidak menggubrisnya. Hanya berlalu masuk ke kamar mandi.
*CKLEK
Kututup pintu kamar mandi pelan, kutemukan dirinku sudah bertatap-tatapan dengan kaca rias besar yang menutupi hampir satu sisi dinding. Ku toleh kecil wajahku ke kanan dan ke kiri. “biasanya Ina yang akan menguncirkan rambutku jika aku sedang menggosok gigiku..” eittss! Tahan Kim So Ah! jangan menangis lagi.. Ina tidak selamanya pergi darimu! Kalian masih bisa tetap berhubungan meskipun dari jarak yang terbilang sangat jauh! Korea-Amerika.
******
*KLEK
Kututup kembali pintu kamar mandi. Segar sekali rasanya setelah selesai mandi. “Kibum kau tidak ma—“ kata-kataku terhenti seketika meliihat Kibum yang tengah tertidur pulas.
“kau sudah tidur?” tanyaku. Kududuk disampingnya, mengelus keningnya. Tidak ada
jawaban.. ternyata dia sudah bernar-benar tertidur..
“lebih baik aku mengirim e-mail pada Ina. Rasanya sudah seperti setahun tidak bertemu..” gumamku pada diriku sendiri. Kuraih laptop putihku di meja belajarku,
Password : ***********
Ina-ya.. bogoshippeo..
Kau tahu berapa lama rasanya berpisah denganmu hari ini? rasanya sudah seperti setahun! Padahal aku baru menyadari aku baru berpisah denganmu pagi tadi. Bagaimana keadaanmu disana? Kau sudah sampai kan? Kau selamatkan? Hehehe.. sering-sering kirim surat ya.. kirim juga fotomu..
Neo ui saranghaneun chingu.. (*ur lovely bestfriend)
XOXO ^^V
“send’’ gumamku pelan..
“ semoga besok pagi sudah ada e-mail masuk darimu ya. Ina-ya~ jeongmal bogoshippeoyo..” gumamku pelan. Kuletakkan laptopku diatas dashbor kecil di samping. Kuperosotkan tubuhku berubah menjadi posisi tiduran. Kutaatap wajah kibum yang sedang tertidur.. sangat polos bagaikan bayi yang tanpa dosa. Tapi kalau wajahnya saat lagi tersadar.. Ishh~ nakal!
Seulas senyum tersirat di wajahku, kutelusuri lekukan-lekukan dan garis-garis wajahnya,
dari mulat kening.. sampai berhenti di.. bibirnya..
“segitu menawannya kah aku?” Apa?! Dia belum tidur?! Kenapa dia pura-pura tidur? Mau mengerjaiku ternyata huh?
“anio..” kubalikkan tubuhku darinya. Menarik selimutku sampai semua badanku telah tenggelam dalam selimut.
*******
Keesokan harinya….
“Ya! Kibum-ah~ ireona!! Kau mau kita terlambat masuk sekolah?” kusenggol-senggol kecil sikutnya, ya memang. Orang ini—Kibum—kalau sudah tidur, pasti suah jika ingin dibangunkan kembali.. “eummhhh… sebentar lagi…” Kibun hanya menggeliat dan kemudian berbalik memunggungiku. Aish! Anak ini! enaknya kupakai cara apa ya untuk membangunkannya? “cium aku.. baru aku akan menurutimu untuk bangun! Ppalii~” apa-apaan dia? Cium? Morning kiss maksudnya? “ya! Kau ini memanfaatkan kesempatanmu!” kujitak keras kepalanya. “aww~s akit tahu!” kibum mengelus-elus pelan kepalanya.
Mungkin sakit karena jitakanku terlalu keras.. kekekeke “yasudah kalau tidak mau menciumku. Biar kau telat dan dimarahi seosangnim nantinya!”
“eittsss.. mana boleh begitu! Yasudah yasudah! Tapi di pipi saja ya?” kudekatkan wajahku perlahan ke pipinya. Namun ia berbalik, dan..
CHU~
Kyaaa~ tidak sengaja aku mencium bibirnya! Ya tuhan! Anak tengil ini! mesum sekali
>,<.
“YAAAAA!!! Kenapa kau membalikkan wajahmu!!!!?” tanyaku keras sambil mengusap-ngusap bibirku dengan handuk yang masih tercantol di bahuku. “ lagian kamu percaya aja sih sama aku! Gini deh akibatnya!” ia beranjak kabur, lebih tepatnya ngacir untuk mengindari lembaran bantalku. “aishh~ anak ini! kapan dia akan mulai dewasa sih?” decakku kesal. Tapi.. kalau diingat-ingat lagi.. ciuaman tadi.. ANIYA ANIYA! Bicara apa kau ini So Ah-ya?!
*******
“hari ini kita berangkat bersama..” jelas Kibum disela-sela sarapan pagi kami. “eh? Bukannya kita harus berangkat terpisah? Nanti apa yang dikatakan orang-orang jika kita berangkat bersama?” tanyaku setengah kaget. “memangnya kenapa? Kau malu menjadi istriku?”
Aku hanya diam. Diam karena ingin memikirkan jawaban apa yang akan ku lontarkan untuk menjawabnya. Kalau aku bilang ‘Iya’ nanti dia sakit hati, dan lagian aku juga tidak malu kok menjadi istrinya. Tappi kalau aku bilang ‘Tidak’ nanti dia kepedean lagi…
“sudahlah akui saja.. kau senang bukan menjadi istriku?” ledeknya. Kusembunyikan wajahku yang sduah mulai memerah ini. tapi yahh~ mau bagaimana lagi ya? Memang yang namanya perasaan tidak mungkin bisa disembunyikan. Apa lagi erasaan suka atau.. er.. cinta?
“aku mau berangkat duluan..” buru-buru kuambil tas selempangku yang tergantung di bahu kursi. “ya! Mau kemana kau? Sudah bilang kita akan berangkat bersama hari ini! masih belum mengerti?” dia menyusulku. Kuhentikan langkahku sejenak, lalu menatapnya. “ kau.. kalau ada fansmu nanti aku bisa mati di cincang oleh mereka! Kan aku sudah pernah bilang sebelumnya!” teriakku tiba-tiba. Sontak Kibum memundurkan wajahnya dari hadapanku.
“ Wowowow! Tenang dulu.. untuk apa kau takut? Toh ini kan masalah pribadiku. Bukan masalah mereka! Lagi pula aku berngka dengan istriku tercinta ke sekolah! Apa tidak boleh?”
*DEG DEG DEG DEG DEG*
Dia merangkul bahuku. Jantungku kembali berdetak diatas percepatan normal pada jantung umumnya. *lebay. “hei.. jangan membuatku menjadi seperti ini..” kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku. “ haha.. berarti itu tandanya kau sudah mulai mencintaiku..”
“kalau begitu ayo kita pergi..” ajaknya lalu menyeretku pergi.
******
Benar kan apa dugaanku tadi? Sesampai di sekolah dan keluar dari mobil Kibum semua pasang mata tidak henti-hentinya mengikuti kami, dan memperhatikan gerak-gerik kami. Bagaimana ini?!..
“eunng.. Kibumah~ lepaskan tanganmu..” umpatku sekecil mungkin di telinga Kibum. Ya benar! Aku berharap sekali Kibum melepas genggaman tangannya dariku! Dan juga berharap tatapan membunuh dan mencaci dari semua murid disini juga sirna dari hadapanku sekarang! “ kalau aku tidak mau bagaimana?” tannyanya jahil.
“ya! Kau tidak lihat tatapan semua orang terhadap kita? Apalagi tatapan fansmu yang sudah siap untuk membunuhku sekarang!” bisikki sekecil mungkin. (lagi).
“ sudah biarkan saja..” jawab Kibum sampai. Kami kemudian berpisah di lorong ketiga. Dia menuju ke Kampus di lorong sebelah, dan aku.. menuju kelasku. Aku masuk kelas dengan berat hati. Sudah terpikir olehku bagaimana tanggapan para fans fanatic Kibum! Tapi ternyata aku salah.. mungkin mereka belum tahu.. karena kan yang baru tahu hanya orang yangberada di aula dan lorong saja, bukan? Haha.. sedikit beban di hatiku terkurangi.. (-.-)
Kucoba untuk memfokuskan diriku dan otakku pada pelajaran yang di jelaskan oleh Park
seosangnim. Bagaimana tidak? Dia itu guru paling killer di sekolah ini! mana matanya itu teliti sekali! Dia bisa tahu jika ada satu murid saja yang mengobrol.. dan telinganya itu.. pendengarannya tajam sekali.. Serrammm…
#KRIIINGGGG…
Bel selesai jam pelajaran berbunyi. Waktunya untuk jam istirahat. Aku keluar dari kelasku, masih dengan beberapa orang yang tahu tetap memperhatikanku. Berusaha meyuekkan mereka. Kutaruh santai buku-buku dari genggamanku di loker. Sampai kemudian..
#BRAKKK..
Pintu lokerku tertutup kasar. Untung hempasan pintunya tidak mengenai wajahku.. “Apa Hubungan sunbae dengan Kibum Oppa?” kulihat beberapa yeoja, lebih tepatnya hobae-ku yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang di depanku sekarang. Aduhh.. bagaimana ini?... mati aku!
“euumm…” aduh! Mau jawab apa nihhh? Bohong atau tidak ya? “aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan Kibum sunbae.. hanya sebatas teman, itu saja!” aku mengangkat kedua buah jari telunjuk dan tengahku membentuk tanda ‘Kutip’
“BOHONG!! Lalu kenapa Kibum Oppa bisa merangkul dan menggenggam tangan eonnie?!” bentak salah seorang yang sedari tadi diam di belakang. Tenggorokannku benar-benar terasa tercekat sekarang! Tidak sanggup rasanya aku mengeluarkan satu parah kata pun..
#PLOOKKK…
sebuah telur busuk mendarat sukses di rambutku. Tawa orang di sekitar mulai meledak
sekatika dan menatapku. Ahh! Aku malu!!
“STOP!!!!” suara seseorang menghentikan tindakan Hobae-hobae yang sedang mengamuk ini. berusaha mencegah mereka agar tidak bertindak lebih lanjut lagi. “dia benar! Dia tidak lebih dari seorang teman dengan kibum!.. karena dia….. PACARKU!” ujar seseorang itu lalu mencium bibirku!
TBC...
*******************
Hayo lho? siapa tuh?! gimana kelanjutannya?
nanti kita buka di Part 7, oke?

KYAA SO AH DICEPLOKIN?!?!
ReplyDeleteLanjut ya eonnie ^^ FFmu hwaitiing
iya. diceplokin telor kasian...
Deletene.. gomawoyo saengie.. HWAITING juga buat FFmu yahh~